Follow detikFinance
Selasa 10 Oct 2017, 11:44 WIB

Mendag Cerita Alotnya Bahas Harga Beras dengan Pedagang Cipinang

Muhammad Idris - detikFinance
Mendag Cerita Alotnya Bahas Harga Beras dengan Pedagang Cipinang Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, hari ini meninjau Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), di Jakarta Timur. Kedatangannya tersebut dilakukan untuk operasi pasar beras Rp 8.100/kg pasca sulitnya pasokan beras jenis medium.

Enggar, sapaan akrabnya, mengatakan pihaknya sempat alot berdebat dengan pedagang sebelum menetapkan harga eceran tertinggi (HET), sebelum kemudian mereka sepakat menerapkannya.

"Pembicaraan enggak begitu mudah, saya tahu, karena mereka pedagang, harus cari untung maksimal, itu karakternya. Tapi manakala nasionalisme, saya katakan merah putih, untuk rakyat saya korbankan keuntungan. Saya ikuti pemerintah," ungkap Enggar, sapaan akrabnya, di saat operasi pasar di PIBC, Selasa (10/10/2017).

Menteri berlatar belakang pengusaha properti ini menuturkan, pemberlakuan HET juga tak membuat pedagang merugi. Dirinya mengklaim sudah mendapatkan kesepakatan dengan perwakilan pedagang Cipinang.


"Saya jamin enggak ada kebijakan satu pun dari pemerintah membuat pedagang rugi. Pak Presiden minta libatkan pengusaha, supaya pengeluaran ibu rumah tangga terukur, turunkan harga yang wajar," ucapnya.

Dalam operasi pasar itu, harga tertinggi beras yang dijual Rp 8.100/kg atau beras kualitas medium. Operasi pasar tersebut dilakukan menyusul langkanya pasokan beras medium di pasaran, terutama pasca pemberlakuan HET.

"Operasi pasar beras yang dilakukan ini untuk isi kebutuhan dari beras medium yang sebenarnya ada, kalau digelontorkan maka keluarlah dia dari lubang jarum. Dari semua lubang gudang akan keluar," tandas Enggar.


Dia menuturkan, sikap koorperatif pedagang menjalankan aturan pemerintah ini sekaligus menepis anggapan Pasar Induk Beras Cipinang sebagai sarangnya beberapa mafia beras.

"Sebagian dulu orang melihatnya Cipinang itu mafia beras, orang melihat dengan nyinyir, dengan curiga, saya nyatakan itu enggak benar. Saya bisa buktikan," ucap Enggar. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed