Follow detikFinance
Rabu 11 Oct 2017, 07:12 WIB

Daripada Tol Bawen-Yogyakarta, Sultan Pilih Outer Ring Road

Danu Damarjati - detikFinance
Daripada Tol Bawen-Yogyakarta, Sultan Pilih Outer Ring Road Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengusulkan agar rencana Tol Bawen-Yogyakarta diubah menjadi jalan layang saja. Tidak masalah bila DIY tidak dilalui tol. Lebih baik bangun saja jalan Outer Ring Road (Jalan Lingkar Luar) Yogyakarta.

"Kami mengajukan permohonan untuk Outer Ring Road," kata Sultan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Sebagaimana diketahui, DIY sudah memiliki jalan lingkar atau Ring Road. Nantinya, bila usulan Sultan disetujui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Outer Ring Road bakal berjarak 15-18 kilometer (km) ke sisi luar Ring Road yang sekarang ada.

"Berarti ke bandara kira-kira hanya kurang 7 km saja," kata Sultan.


Sultan menjelaskan, rencana pembangunan tol melintasi DIY sudah ada sejak 10 hingga 15 tahun yang lalu. Tol Yogyakarta-Solo misalnya. Namun karena banyak situs-situs cagar budaya di sekitar rencana trase tol itu, misalnya yang paling mencolok mata adalah Candi Prambanan, maka itu menjadi tidak mungkin. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dipandangnya juga tak bakal mengizinkan proyek itu.


Maka dicarilah solusi alternatif. "Kami mohon, apa tidak bisa elevated (melayang)? Jadi di atas Ring Road yang sekarang ada itu dikasih tiang pancang lagi sehingga berupa jembatan di atasnya. Nah, prinsip itu diterima," tuturnya.

Kemudian kini muncul lagi persoalan, yakni rencana tol Bawen (Jawa Tengah)-Yogyakarta. Kementerian PUPR menyepakati tol ini masuk ke DIY dari Muntilan Magelang Jawa Tengah. Namun dari Muntilan ke Bawen, dikatakannya rute belum dipastikan. Terlebih lagi, ada risiko yang membayang di kawasan Magelang itu.

Risiko itu adalah letusan Gunung Merapi. Di perbatasan Magelang-DIY itu terdapat Jembatan Krasak, kawasan di situ adalah jalan aliran lahar bila Merapi erupsi. Menurut Sultan, ini berbahaya bila dibangun jalan tol di situ.

"Jalan sekarang yang ada saja itu kalau Merapi muntah itu jalan itu dilewati (lahar) semua. Lha kalau membangunnya makin ke timur dan lewat Jembatan Krasak baru, ya risikonya jadi malah gede," tuturnya.

"Makanya sampai sekarang Pemerintah Pusat belum bisa menentukan rute yang dari Bawen ke Yogya ini lewat mana," tutur Sultan.

Sultan juga berbicara soal teritori DIY yang tak besar. Maka daripada membangun Tol Bawen-Yogyakarta, lebih baik membangun Yogyakarta Outer Ring Road saja.

"Karena kondisi seperti itu, bagi saya tidak perlu ada tol," kata dia. (dnu/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed