Follow detikFinance
Kamis 19 Oct 2017, 19:35 WIB

RI Ingin Ajak Dermawan Dunia Biayai Infrastruktur, Ini Syaratnya

Muhammad Idris - detikFinance
RI Ingin Ajak Dermawan Dunia Biayai Infrastruktur, Ini Syaratnya Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut Panjaitan, menyebut saat ini pemerintah tengah menyiapkan satu skema baru untuk membiayai proyek infrastruktur tanpa membebani anggaran negara atau APBN.

Skema itu dikenal dengan istilah blended finance, yaitu memanfaatkan dana-dana filantropis alias dermawan yang ada di dunia.

Dana filantropis yang disimpan di perbankan bisa disalurkan dalam instrumen pembiayaan yang akan disiapkan pemerintah, termasuk infrastruktur seperti LRT.

Menurut Bernardus Djonoputro, Country Head Deloitte Infrastructure and Capital Project Indonesia, syarat-syarat yang dibutuhkan agar para filantropis bersedia mengucurkan dana ke infrastruktur, yakni proyek tersebut haruslah bernilai sosial tinggi, atau dengan kata lain, bermanfaat untuk orang banyak.

"Blended itu cari yang meaningfull pada proyek-proyek social impact to community. Karena blended finance itu memanfaatkan dana filantropis yang punya misi spesifik seperti program kesehatan, sampah di laut, dan lainnya," kata Bernardus dalam acara Deloitte Indonesia Infrastructure 2017 di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (19/10/2017).


Dia mengungkapkan, selain punya misi sosial, proyek-proyek infrastruktur juga harus dikemas sebaik mungkin. Termasuk imbal hasil dari investasi yang sudah ditanamkan.

"Strukturnya dan persiapan proyeknya yang harus bagus, karena dana-dana itu tentunya punya kriteria sendiri. Kuncinya di persiapan yang baik, harus investment grade, enggak boleh sembarangan pakai konsultan, jadi dibuat bagus untuk filantropi penyandang dana bisa percaya. Mereka enggak punya waktu banyak, karena mereka juga punya banyak proyek di dunia," terang Bernardus.

Lanjut dia, meski sifatnya sosial, proyek yang diincar oleh filantropis dunia tetaplah harus menguntungkan. Hal itu diperlukan lantaran investor dermawan tersebut juga perlu memutar uangnya ke proyek lainnya di seluruh dunia.

"Memang tentunya supaya bisa sustain, supaya dananya juga bergulir, punya return. Tapi memang return rendah, tapi supaya bisa sustain terus," tandas Bernardus. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed