Follow detikFinance
Kamis 19 Oct 2017, 21:42 WIB

Nakhoda Kapal Ikan Silver Sea Didenda Rp 250 Juta, Ini Respons Susi

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Nakhoda Kapal Ikan Silver Sea Didenda Rp 250 Juta, Ini Respons Susi Foto: IIn Yumiyanti
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti merespons putusan Pengadilan Negeri Sabang Nomor 21/pidsus/2017/PN SAB terkait kasus illegal fishing yang dilakukan Silver Sea (SS) 2.

Dalam siaran pers yang diterima detikFinance, ia berterima kasih sekaligus mengapresiasi tim aparat penegak hukum (apgakum) yang telah menangani kasus SS 2. Kasus ini pada akhirnya berhasil diputuskan dengan hasil negara telah dimenangkan.

"Menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi dan terima kasih atas jerih payah dua tahun ini kepada apgakum yang menangani perkara ini dan majelis hakim Pengadilan Negeri Sabang yang memutuskan perkara ini," ujar Susi dalam keterangan tertulis, Kamis (19/10/2017).


Selain itu, ia mengatakan bahwa putusan tersebut juga merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan berbagai dinas terkait.

"Hasil ini merupakan buah kerjasama dan terintegrasi antara KKP, TNI Angkatan Laut, Jaksa Agung dan seluruh tim Jaksa serta Satgas 115 yang turut serta membantu penyelesaian kasus ini," tutur Susi.


Berikut putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sabang:

a. Terdakwa atas nama Yotin Kuarabiab (warga negara Thailand) yang bekerja sebagai Nakhoda Kapal SS 2 terbukti bersalah memiliki/mengoperasikan kapal pengangkut ikan di wilayah Indonesia tanpa dilengkapi dengan surat izin kapal pengangkut ikan.

b. Terbukti dengan sengaja memiliki, menguasai, membawa dan/atau menggunakan alat penangkap ikan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak.

c. Terbukti bersalah karena tidak mematuhi ketentuan mengenai sistem pemantauan kapal perikanan.

b. Terdakwa dijatuhi pidana denda Rp 250.000.000 (dua ratus lima puluh juta rupiah) subsider 6 (enam) bulan kurungan, dokumen-dokumen. Kapal ikan SS 2 dan ikan campuran berdasarkan Surat Penetapan Persetujuan Lelang dari Pengadilan Negeri Sabang Nomor: 01/I.P.L/2016/PN-sab tanggal 24 Februari 2016 senilai Rp 20.579.970 (dua puluh miliar lima ratus tujuh puluh sembilan juta sembilan ratus tujuh puluh rupiah) dirampas untuk negara.

Seperti diketahui, kapal SS 2 ditangkap oleh KRI (Kapal Republik Indonesia) Teuku Umar karena dicurigai menampung ikan ilegal di wilayah perairan Indonesia pada 13 Agustus 2015 silam. Saat ditangkap, kapal ini membawa muatan sebanyak 1.930 ton ikan, termasuk hiu martil yang dilindungi. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed