Follow detikFinance
Jumat 20 Oct 2017, 11:11 WIB

Sri Mulyani dan Agus Marto Beri Ceramah Ekonomi ke Ratusan Polisi

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani dan Agus Marto Beri Ceramah Ekonomi ke Ratusan Polisi Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memberikan ceramah ekonomi kepada ratusan polisi.

Sri Mulyani dan Agus Martowardojo hadir dalam acara seminar sekolah Sespimti Polri Dikreg Ke-26 Tahun Ajaran 2017 mengenai Harmonisasi Paradigma Kebijakan Institusi Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional.

Sri Mulyani dan Agus Martowardojo akan menjadi pembicara bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Guru Besar UI Rhenald Kasali yang dipandu oleh moderator Ira Koesno.

"Hari ini akan berdiskusi dengan narasumber yang pertama Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Guru Besar UI Rhenald Kasali," kata Ira di Auditorium PTIK, Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Dalam acara seminar ini, masing-masing narsumber diberikan waktu memberikan penjelasan terkait ekonomi selama 15 menit secara bergantian, yang pertama dilakukan oleh Agus Martowardojo.

Dalam kesempatannya, Agus memaparkan terkait dengan kondisi perekonomian Indonesia mulai dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh secara stabil.

"Ekonomi nasional tumbuh 5,01% di kuartal pertama dan kedua 2017. Salah satu yang buat pertumbuhan ekonomi kita cukup berkesinambungan," kata Agus.

Berkesinambungan yang dimaksud, kata Agus, lajunya stabil dan tidak bergerak tinggi atau jatuh secara dalam. Hal ini juga yang membuat ekonomi Indonesia pertumbuhannya lebih baik dibandingkan negara seperti Malaysia dan Thailand.

"Makanya di kisaran 5,01% dibandingkan negara tetangga, dan ekonomi Indonesia dibandingkan Malaysia, Thailand bahwa kita relatif lebih tinggi, ini kekuatan kita, kondisi geografis luas, dan ekonomi tetap terjaga," jelas dia.

Tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia, kata Agus, berasal paling tinggi dari Pulau Jawa lantaran menjadi basis industri di Indonesia, sedangkan dari luar Jawa masih relatif kecil.

"Kalau di luar ekonomi tergantung pada bahan mentah, ekspor bahan tambang mentah, kalau harga komoditi jatuh itu membuat tekanan ekonomi di luar jawa," tukas dia. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed