Kenapa Lion Memilih Boeing?

Kenapa Lion Memilih Boeing?

- detikFinance
Jumat, 27 Mei 2005 12:41 WIB
Jakarta - Boeing sumringah, Lion pun bungah. Boeing mengaku sangat gembira atas pembelian 60 pesawatnya oleh Lion karena bisa mendongkrak penjualannya yang beberapa tahun terakhir ini terpuruk. Demikian pula Lion Air mengaku senang karena pesawat Boeing dinilai hemat bahan bakar sehingga sangat membantu meringankan biaya operasional Lion Air. Masalah mahalnya bahan bakar pesawat saat ini tengah membelit sejumlah penerbangan di Indonesia, bahkan beberapa di antaranya memutuskan untuk menghentikan operasinya untuk sementara.Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana mengaku, pembelian pesawat dari Boeing itu akan sangat membantu Lion Air karena mampu menghemat 100 ribu galon bahan bakar per pesawat per tahunnya. Selain itu biaya perawatannya lebih rendah dengan performa yang lebih baik. Rusdi dalam wawancara usai penandatanganan kesepakatan pembelian pesawat di AS seperti dilansir AFP, Jumat (27/5/2005) mengaku pihaknya menargetkan paling tidak punya 45 pesawat untuk penerbangan hingga akhir tahun ini. Rusdi menilai, Indonesia dengan 230 juta penduduk memiliki potensi yang sangat besar untuk sektor transportasi udara. "Saat ini hanya sekitar 20 juta penduduk Indonesia yang menggunakan pesawat," katanya.Sementara Boeing sangat terbantu dengan pembelian 60 pesawat oleh Lion Air tersebut. Kesepakatan itu akan menambah lagi sayap Boeing untuk menghadapi persaingan dengan rival terbesarnya, Airbus. Dalam 4 tahun terakhir, Boeing selalu dikalahkan oleh Airbus. Namun pada tahun ini, Boeing berhasil mengalahkan musuh besarnya itu dengan memenangkan 218 kontrak pembelian pesawat baru, sementara Airbus hanya memenangkan 145 kontrak. "Kami baru saja menyapu bersih semua order," kata Vice President Boeing Dinesh Keskar.Keskar memaparkan beberapa order yang berhasil diperoleh Boeing antara lain dengan Air India, Korean Airlines, China Southern Airlines dan unitnya Xiamen Airlines, Nippon Airways dan Japan Airlines."Kami punya produk yang ekonomis untuk dioperasikan. Dan dengan harga bahan bakar yang terus meningkat, maka hal tersebut menjadi sangat penting," kata Keskar. Ia membandingkan produk Boeing 777-200 dengan Airbus 340-500, yang menurutnya, produk Boeing bisa menghemat sekitar 2 juta galon bahan bakar per pesawat per tahun. Pertumbuhan penjualan Boeing di Asia telah melebihi rata-rata pertumbuhan Boeing di dunia sebesar 5,8 persen dalam 20 tahun ke depan. Keskar memuji perkembangan yang pesat dari industri penerbangan Asia. Ia mencontohkan Lion Air yang selama periode 5 tahun terakhir bisa tumbuh dari tidak memiliki pesawat, namun kini bisa memiliki 37 pesawat. "Dan mereka akan menambah beberapa lagi dalam beberapa tahun ke depan karena pasar Indonesia terus berkembang, paling tidak 20 persen per tahun," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads