"Beras aman, sampai akhir tahun aman," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi di sela-sela kunjungannya ke Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) Gapoktan Panca Manunggal di Sogan, Wates, Kulon Progo, Kamis (23/11/2017).
"Bulan November kita produksi 2,6 juta ton, konsumsi 2,3 juta ton. Desember ada kenaikan, produksi 2,7 juta ton, konsumsi juga naik jadi 2,5 juta ton. Produksi kita melebihi dari kebutuhan," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di luar Pulau Jawa juga sama (stok beras aman). Cadangan beras di Bulog 1,2 juta ton. Kalau katakanlah terjadi bencana kita masih punya cadangan beras 250 ribu ton di Bulog," paparnya.
Agung melanjutkan, beberapa bulan ke depan sekitar Januari atau Februari sejumlah daerah akan melangsungkan panen raya. Pihaknya memperkirakan dalam panen raya itu bisa memproduksi 3 sampai 3,5 ton gabah.
"Tetapi harus hati-hati, karena biasanya harga gabah jatuh, kualitas gabah juga rendah. Di situlah kita (pemerintah) akan hadir.
"Jadi pemerintah memonitor harga gabah di seluruh Indonesia, mana kala harga gabah di bawah HPP (Harga Pokok Penjualan) maka pemerintah beli. Belinya bisa (melalui) PUPM, Bulog, kan begitu," tutupnya. (ega/hns)











































