Gunung Agung Erupsi, Ekonomi Bali Terganggu

Gunung Agung Erupsi, Ekonomi Bali Terganggu

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 29 Nov 2017 14:09 WIB
Gunung Agung Erupsi, Ekonomi Bali Terganggu
Foto: David Saut/detikcom
Jakarta - Gunung Agung erupsi dan mengeluarkan abu. Bandara I Gusti Ngurah Rai pun kembali ditutup pagi ini, melihat masih tingginya abu vulkanik dari erupsi Gunung Agung.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan bencana tersebut berdampak besar untuk ekonomi khususnya pariwisata. Sebab Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata utama di Indonesia.

"Persoalannya kita belum tahu nih berapa lama, ini ahli bilang masih bisa terjadi letusan yang besar. Ya, kita belum tahu seberapa besarnya, tapi tentu pariwisata sudah cukup terganggu," kata Darmin di Rafles Hotel, Jakarta, Rabu (29/11/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain pariwisata, Darmin mengatakan, meletusnya gunung agung juga mengganggu kegiatan ekonomi di beberapa sektor di Bali.

"Di Bali terutama, nanti bisa mempengaruhi kegiatan ekonomi nelayan, petani di desa-desa," jelasnya.

Ada 22 desa di Bali yang terdampak erupsi Gunung Agung dengan jumlah jiwa sekitar 70 ribu orang. Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, pada Selasa (28/11/2017) menyebut, dari sekitar 70 ribu orang dari 22 desa yang terdampak, sebanyak 40 ribu orang sudah berada di pengungsian. Mereka tersebar di 217 titik di seluruh kabupaten Bali, terbanyak di wilayah Karangasem.

Letusan Gunung Agung juga membuat Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali ditutup pagi ini karena tingginya abu vulkanik dari erupsi. Penutupan ketiga ini dilakukan hingga 24 jam ke depan, yakni pukul 07.00 WIB hingga Kamis (30/11/2017). (wdl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads