Follow detikFinance
Jumat 01 Dec 2017, 09:55 WIB

Tugas Berat dan Harapan Besar untuk Dirjen Pajak Robert Pakpahan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Tugas Berat dan Harapan Besar untuk Dirjen Pajak Robert Pakpahan Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, melantik Robert Pakpahan menjadi Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak menggantikan Ken Dwijugiasteadi malam tadi, Kamis (30/11/2017). Banyak harapan ditujukan ke Robert Sebagai Dirjen Pajak, mulai dari Sri Mulyani, pengusaha, hingga wajib pajak.

Sri Mulyani berpesan untuk terus mendorong reformasi perpajakan. Selain itu, dengan sisa waktu 1 bulan di akhir 2017, Robert bisa memimpin 40.000 karyawan Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) untuk mencapai target penerimaan seperti yang sudah ditentukan awal tahun.

Menurut Sri Mulyani, menjadi Dirjen Pajak adalah jabatan yang lebih berat dibandingkan jabatan Robert sebelumnya, yaitu Dirjen Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko.


"Jabatan ini pasti lebih berat, karena sebelumnya hanya tanda tangan untuk menerbitkan utang, tapi sekarang mengumpulkan rupiah dari penerimaan pajak," kata Sri Mulyani dalam sambutannya, di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis malam (30/11/2017).

Sri Mulyani mengatakan, untuk mengemban tugas ini memang dibutuhkan kesiapan mental dan fisik. Apalagi Robert diminta untuk memimpin reformasi di bidang perpajakan baik dari staf dan organisasi.

Kemudian, Robert juga diminta untuk menumbuhkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap Ditjen Pajak. Menurut Sri Mulyani investasi terpenting dalam pengelolaan pajak adalah membangun kepercayaan dari masyarakat dan institusi publik itu adalah fondasi yang paling berharga dari bangsa dan negara.


"Tugas ini tidak mudah, saya percayakan ke Pak Robert dengan pengalaman dan pemahaman di bidang perpajakan cukup kuat untuk bekal menjalankan tugas ini. Kepemimpinan harus adil dan jujur adalah hal yang sangat penting," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Tak ketinggalan, Sri Mulyani juga berpesan kepada istri Robert agar terus mendukung tugas suaminya selama bekerja di lingkungan Kementerian Keuangan.

"Saya minta Ibu Robert untuk mendukung tugasnya yang berat, karena dalam sebulan ini akan saya pelototi setiap hari, jaga kesehatan, karena perjalanan masih panjang," ucap Sri Mulyani.



Jaga kepercayaan

Sebagai Dirjen Pajak, banyak yang berharap dari Robert, salah satunya Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang mengharapkan Robert bisa meningkatkan kepercayaan wajib pajak dalam membayar kewajiban keapada negara.

Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, peningkatan kepercayaan dilakukan dengan merangkul wajib pajak dan rutin melakukan komunikasi terkait kebijakan pajak.

"Dia mestinya paham bagaimana menimbulkan trust, menimbulkan kepercayaan. Karena sekarang yang dibutuhkan dalam pengelolaan pajak adalah trust dari wajib pajak. Wajib pajak itu enggak bisa dimusuhin dengan dalih penegakan hukum terus semena-mena. Itu enggak bisa," tutur Hariyadi.


Ia juga meminta kerahasiaan data wajib pajak bisa dipegang dengan benar. Jangan sampai ketidakpatuhan seorang wajib pajak diumumkan ke khalayak ramai karena akan menimbulkan ketakutan wajib pajak lainnya.

Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun mengungkapkan Robert Pakpahan sebagai Dirjen Pajak yang baru sangat baik. Dia menyebut, dari sisi akademis Robert memiliki loyalitas yang baik karena telah membina karir dari bawah di Kementerian Keuangan.

"Beliau punya kompetensi untuk di posisi itu, banyak posisi yang beliau sudah jabat, dia memiliki loyalitas yang baik," kata Misbakhun dalam acara pelantikan kemarin.


Dia mengharapkan Robert bisa memperpendek shortfall yang saat ini 78% menjadi 90% pada akhir tahun.

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menilai Robert Pakpahan sebagai sosok yang tepat di posisi Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak). Robert sebelumnya memang bertugas di bawah unit Ditjen Pajak. Bahkan reformasi pajak yang dilakukan pertama kali, melibatkan sosok Robert.

"Robert adalah orang yang terlibat dalam reform di Pajak sejak awal. Saya berharap banyak pada Pak Robert," imbuhnya.

Sebagai Dirjen Pajak, Robert memiliki rencana kerja di sisa 2017 ini, pertama adalah mengamankan penerimaan sebaik mungkin sehingga penerimaan pajak tersebut ikut menopang keamanan APBN sehingga defisit uang diperkirakan bisa dipertahankan jadi dalam jangka pendek dia akan koordinasikan untuk penerimaan 2017. "Jadi jangka pendeknya mencoba memaksimalkan penerimaan perpajakan 2017 sehingga outlook defisit bisa dijaga," katanya.


Sementara untuk rencana jangka panjang, Robert akan membangun sistem perpajakan yang lebih kredibel dan membangun tingkat kepatuhan wajib pajak yang lebih baik.

Selain itu, Robert memperhatikan arahan Sri Mulyani untuk mengecek berbagai kebijakan yang akan dibuat nantinya serta dalam menjalankan pertukaran informasi perpajakan atau Automatic Exchange Of Information (AEoI). (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed