Jalur Distribusi Elpiji Dibenahi, Pertamina Hemat Rp 34 M

Jalur Distribusi Elpiji Dibenahi, Pertamina Hemat Rp 34 M

- detikFinance
Senin, 06 Jun 2005 14:55 WIB
Jakarta - Semrawutnya jalur distribusi elpiji ternyata merugikan Pertamina. Untuk itu, mulai Juni ini, Pertamina mulai membenahi jalur distribusi elpijinya. Langkah ini diharapkan mampu menghemat biaya distribusi elpiji Pertamina hingga Rp 34 miliar per tahun.Pembenahan jalur distribusi elpiji Pertamina dilakukan dengan melakukan reposisi fungsi Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) sebagai titik suplai. Pola baru ini akan mengoptimalkan jalur distribusi elpiji Pertamina.Demikian disampaikan Media Relations Pertamina, M Harun dalam siaran pers yang diterima detikcom, Senin (6/6/2005).Dengan pembenahan ini, Pertamina berharap bisa menghemat sekitar Rp 34 miliar per tahun dari peningkatan utilisasi filling plant Pertamina dan penebusan elpiji yang dilakukan secara tunai kepada Pertamina.Reposisi pola bisnis elpiji ini dilakukan dengan mengubah pola transaksi jual beli elpiji, dengan memberlakukan transaksi langsung antara Pertamina dengan agen.Agen akan membayar sejumlah elpiji yang akan diambil kepada Pertamina, kemudian mengambil elpiji tersebut di SPPBE yang ditunjuk oleh Pertamina. Kepada SPPBE yang ditunjuk akan diberikan fee pengangkutan dan pengisian elpiji.Sementara pada pola lama distribusi elpiji, keleluasaan penjualan elpiji diberikan melalui SPPBE swasta hingga 84 persen dari total penjualan elpiji Pertamina. Hal itu sangat merugikan filling plant Pertamina.Melalui pola lama ini, Pertamina hanya merupakan pemasok elpiji dan bukan sebagai principal elpiji, sehingga upaya peningkatan pelayanan kepada konsumen sangat tergantung kepada SPPBE dan agen elpiji. Pola lama ini menempatkan Pertamina pada posisi kontrol yang lemah karena Pertamina melakukan "jual beli putus" dengan pihak SPPBE.Selanjutnya SPPBE mengisi elpiji bulk tersebut ke dalam tabung dan menjualnya ke agen elpiji. Pertamina hanya menjual ke agen yang mengisi elpiji melalui filling plant Pertamina. Hal ini mengakibatkan agen tidak memiliki hubungan bisnis langsung dengan Pertamina.Akibatnya, Pertamina mengalami kesulitan dalam mengukur loyalitas dan kinerja agen dan SPPBE. Oleh karenanya pola ini telah di tata ulang sehingga Pertamina kembali memegang kontrol distribusi, serta memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat.Dalam penerapan pola tata niaga yang baru ini, Pertamina menjamin ketepatan isi tabung, serta meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen. Hal ini dimungkinkan karena agen akan menerima elpiji dari SPPBE sesuai dengan jumlah uang yang dibayarkan.Pada tahap pertama, pola baru ini akan diterapkan untuk Wilayah I Unit Gas Domestik yang meliputi wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten yang menyerap 50 persen pasar elpiji nasional.Secara nasional, konsumsi elpiji mencapai 3.500 metrik ton per hari, atau sama dengan kondisi konsumsi sebelum kenaikan harga tahun lalu. Pola baru ini juga akan diterapkan secara bertahap di wilayah-wilayah lain di seluruh Indonesia.Pertamina juga berjanji menindak agen yang nakal. Sejauh ini Pertamina telah memberikan sanksi berupa pemotongan alokasi terhadap satu agen dan satu SPPBE, surat peringatan kepada 19 agen dan dua SPPBE, surat teguran kepada lima agen dan satu SPPBE.Ada keluhan seputar elpiji? Pertamina membuka hotline khusus untuk elpiji dengan nomor: 0 800 1 ELPIJI (357454). (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads