Sebelum terjun ke dunia politik, Sandiaga adalah pengusaha. Beberapa jabatan strategis di organisasi pengusaha pun pernah didudukinya.
Menurut Sandiaga, tidak banyak perbedaan dalam menjalankan hidupnya sebagai pengusaha dan pejabat publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Sandiaga Usul UKM Bisa Jualan di Stasiun MRT |
"Konsep wirausaha bisa diaplikasikan di mana saja," ujar Sandiaga mengawali ceritanya dalam acara Bloomberg The Year Ahead Asia di Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (6/12/2017).
Dalam menjalankan tugasnya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga mengatakan seorang pejabat diamati dari pembicaraannya. Saat menjadi pengusaha juga sama, bagaimana membangun kepercayaan.
Selanjutnya, ketika menjadi pengusaha ia harus memberikan komitmen atau janji kepada rekan bisnisnya. Sedangkan menjadi pejabat publik, harus mengingat lagi apa yang pernah dijanjikan.
"Dalam berbisnis, anda harus memberikan janji yang orang akan ingat. Dalam dunia politik, saya belajar mengingat janji saya," tutur pria yang akrab disapa Sandi ini.
Kemudian, ketika menjadi seorang pengusaha harus memberikan kepastian. Sedangkan saat ini, ia kembali berseloroh, ketidakpastian sebagai hal yang umum dilakukan.
"Dulu bagaimana menghilangkan segala ketidakpastian. Politik lebih banyak ketidakpastian lebih baik," kata Sandi dibarengi tawa.
Lebih penting lagi adalah bagaimana saat ini Sandi dan Anies mewujudkan janji-janji kampanyenya mereka.
"Ini mirip CEO dan Co CEO melaksanakan tugas bersama Gubernur Anies fokus merealisasikan janji-janji kampanye," tutur Sandi. (ara/hns)











































