Follow detikFinance
Jumat, 08 Des 2017 10:38 WIB

Kepala Bappenas ke Sandi Uno: Jakarta Terancam Tenggelam di 2030

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Eduardo Simorangkir Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, pagi ini meninjau pembangunan proyek tanggul pengamanan pantai paket 2 di Kalibaru Cilincing, Jakarta Utara. Bambang dijadwalkan hadir bersama dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno.

Sambil menunggu Sandiaga yang belum tiba di lokasi, Bambang diberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai kondisi pembangunan proyek tanggul pengaman pantai Jakarta dan rencana pembangunan ke depannya.

Sekitar 30 menit paparan berlangsung, Sandiaga kemudian tiba dan langsung duduk di sebelah kanan Bambang untuk mendapatkan paparan. Bambang yang telah lebih dulu mendapat penjelasan lantas menjelaskan langsung kepada Sandi mengenai pentingnya pembangunan tanggul pengaman pantai di Jakarta Utara untuk menyelamatkan Jakarta dari tenggelam.

"Dengan bahaya tingkat penurunan permukaan tanah di Jakarta yang saat ini semakin meningkat, pada tahun 2030, kondisinya Jakarta akan terkena ancaman banjir dari laut di seluruh wilayah Jakarta Utara. Lalu ada juga potensi banjir yang datang dari gunung. Jadi dia akan terancam banjir besar dari dua arah, di mana Jakarta utara dan sebagian wilayah Jakarta Pusat akan terdampak," kata Bambang kepada Sandi, di dalam ruang rapat lokasi proyek di Kalibaru, Jakarta Utara, Jumat (8/12/2017).

Kepala Bappenas ke Sandi Uno: Jakarta Terancam Tenggelam di 2030Foto: Eduardo Simorangkir


Kata Bambang, untuk menyelamatkan Jakarta dari bahaya tenggelam atau banjir besar tak cukup hanya dilakukan lewat pembangunan tanggul pantai. Pasalnya, kecepatan penurunan permukaan air tanah tak bisa terfasilitasi oleh tingginya tanggul pengaman pantai yang telah dibangun. Hal tersebut telah terbukti di wilayah Kalibaru pada November lalu yang wilayahnya terkena limpahan banjir rob.

"Jadi kuncinya bukan cuma bangun tanggul. Bukan tanggulnya juga yang kurang tinggi tapi tanahnya yang turun. Jadi tinggi muka air laut terus naik dari 233 cm ke 255 cm di 2017. Itu terjadi karena serapan air tanah itu terus berkurang," tutur Bambang.

Kepala Bappenas ke Sandi Uno: Jakarta Terancam Tenggelam di 2030Foto: Eduardo Simorangkir


Pemerintah telah memitigasi ancaman tenggelamnya Jakarta itu lewat pembangunan tanggul pengaman pantai sepanjang 20 kilometer (km) hingga 2019 mendatang. Namun itu hanya untuk sistem pertahanan jangka pendek. Perlu penyediaan alternatif air bersih dan pengelolaan air limbah bagi warga Jakarta agar penurunan muka tanah di Jakarta tak terus terjadi .

"Jadi solusinya adalah memperlambat penurunan muka tanah dan kuncinya adalah investasi penyediaan air bersih di Jakarta. Biayanya tidak main-main. Untuk air bersih permukaan saja itu Rp 37 triliun. Dan bahkan total investasi sampai 2050 itu sekitar Rp 89 triliun," tukas Bambang. (eds/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed