Follow detikFinance
Sabtu, 16 Des 2017 20:17 WIB

Ingin Hasil Panen Laris? Petani Harus Melek Jual-Beli Online

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Bogor - Para petani saat ini harus paham mengenai sistem jual beli online. Hal tersebut dilakukan untuk memutus rantai harga distribusi hingga memperluas wilayah pemasaran yang lebih efisien dan mudah.

Menurut Managing Director Agromaret, Setia Darmawan Afandi, pemasaran online tidak hanya bisa dilakukan oleh perusahaan besar atau para pengusaha. Petani, peternak hingga nelayan saat ini bisa memasarkan hasil panennya sendiri di dunia maya.

Berawal dari ketertarikannya di bidang agroteknologi, dan mengaplikasikan ilmunya dalam bidang share market online, Fandi berusaha memecah permasalahan dari sulitnya para petani peternak hingga nelayan untuk memasarkan hasil panennya.

Lelaki yang akrab disapa Fandi membuat sebuah iklan baris berupa iklan hasil tani dan bahan pangan di website yang dikelola secara personal pada tahun 2009.

Baru pada 2016, ia secara serius membuat website Agromaret. Hingga November 2017 website ini sudah diakses lebih dari 125 ribu user.

"Nah baru di 2016 diseriuskan karena pertumbuhannya selalu bertambah. Marketplace itu belum bisa menjawab kebutuhan agri bisnis, terutama item pertanian yang harganya fluktuatif," jelas alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut usai menjadi pembicara di, Himpunan Mahasiswa, IPB, di IPB International Convention Center, Sabtu (16/12/2017).

Meski di awal kemunculan Agromaret mendapat beberapa keluhan mengenai adanya kecurangan antara pembeli dan pedagang. Fandi sudah membereskan sistem transaksi di Agromaret.


"Beberapa ada, tapi sekarang kita sudah keep transaksi. Jadi setelah transfer uang masuk ke Agromaret dulu, setelah barang dikirim dan sampe, baru kita cairkan ke pedagang," jelas dia.

Hingga saat ini, para petani nelayan hingga peternak di Pulau Jawa yang mendominasi, di pasar online. Sementara itu, Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur masih mendominasi konsumen tertinggi.

"Yang lain juga banyak, hanya Jabar sama Jatim tinggi, Agromarket itu produknya banyak pertanian perikanan peternakan, jadi kita berusaha mempermudah pemasaran untuk para petani," jelas dia.


Dirinya mengaku, item yang dipasarkan di sistem online didominasi hasil perkebunan dan pertanian. Untuk peternakan dan perikanan masih belum banyak.

"Yang paling tinggi itu pembelian ayam potong, ayam DOC. Masih banyak seperti rempah, ternak dan ikan itu 25-25%. Hasil tani itu bisa 50%, kan kalau itu (bahan pangan) musiman, skemanya kita kasih prakiraan harga dari situ pembeli sama penjual bisa nego," ungkap dia. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed