Sepi Delegasi,Mendag Buka Pertemuan G33
Sabtu, 11 Jun 2005 16:49 WIB
Jakarta - Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu membuka pertemuan negara G33 yang digelar di Jakarta 11-12 Juni 2005. Indonesia yang saat ini menjadi ketua, gagal menghadirkan 42 negara anggotanya karena yang hadir cuma 17 negara. Dari 17 negara yang hadir hanya tiga orang menteri yang datang, sisanya deputi menteri dan wakil dari kedutaan negara bersangkutan. G33 merupakan kumpulan 42 negara berkembang memiliki penduduk mayoritas petani kecil dan miskin di seluruh dunia yang berasal dari Asia, Afrika, Amerika Selatan dan Tengah, serta sejumlah negara di Karibia. Pertemuan G33 dianggap penting untuk menciptakan aturan multilateral dalam pembukaan pasar pertanian di dunia. Kelompok ini memperjuangkan isu keamanan pangan, serta persiapan dalam perundingan organisasi perdagangan dunia (WTO/World Trade Organization) di Hongkong."Agenda dari pertemuan ini adalah bagaimana perdagangan dan produk-produk pertanian terutama negara berkembang dari negara 33 bisa dijual dan diekspor tetapi pada saat yang bersamaan produk-produk tertentu terutama produk pangan bisa tetap dilindungi," kata Marie di Hotel Borobudur Jakarta,Sabtu(11/6/2005).Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai kesejahteraan petani, ketahanan pangan masing-masing negara, dan program pengentasan kemiskinan. Menurut Marie, negara G33 tetap akan memperjuangkan bagaimana kategori produk-produk pangan tidak harus diturunkan jenis tarifnya atau proteksinya oleh masing-masing negara.Kalaupun diturunkan, menurutnya, haruslah dalam proses yang lama dan tidak dalam waktu dekat. "Target pertemuan ini untuk melakukan koordinasi dan sinergi dari posisi kita baik sesama anggota maupun terhadap kelompok-kelompok lain juga," ujar Marie. Mengenai komitmen G33 terhadap dampaknya pada petani miskin di Indonesia, menurut Marie, pemerintah Indonesia mempunyai 12 anggota kabinet untuk mengatasi petani-petani yang miskin. Diantaranya melalui investasi di sektor pertanian, memperbaiki infrastruktur yang berkaitan dengan pertanian. Termasuk permodalan dan juga perdagangan produk-produk hasil pertanian.Pertemuan G33 akan membahas isu special products (SP) dan special safeguard mechanism (SSM) serta strategi dan target kelompok dalam menghadapi tahap akhir putaran Doha.SP berkaitan dengan formula penurunan tarif, domestic support dan subsidi ekspor. SSM digunakan hanya oleh negara berkembang, dimana keseluruhan produk pertanian dan pemicunya adalah volume dan harga.Pertemuan ini juga diharapkan dapat menyepakati suatu komunike yang dapat memberikan arahan politis bagi G33 dalam perundingan menuju Konferensi Tingkat Menteri VI WTO di Hongkong pada Desember 2005.
(ir/)











































