Follow detikFinance
Rabu, 03 Jan 2018 12:10 WIB

Jemaah Umrah Jangan Takut Kena Pajak di Saudi, Bisa Refund Kok

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Triono Wahyu/detikTravel Foto: Triono Wahyu/detikTravel
Jakarta - Belakangan ini, penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 5% di Arab Saudi menjadi perbincangan hangat bagi warga dan juga wisatawan.

Akan tetapi, bagi wisatawan yang melancong ke Arab Saudi bisa mendapatkan PPN yang telah dibayarkan kembali ketika masih berada di dalam Arab Saudi.

Pada 24 Desember lalu, Otoritas Zakat dan Pajak (General Authority of Zakat and Tax/GAZT) mengumumkan cara untuk mendapatkan kembali PPN yang telah dibayarkan bagi wisatawan tengah diproses. Kebijakan ini diperkirakan tidak bisa dimulai awal tahun 2018.

"Wisatawan mungkin akan menerima pengembalian PPN dari barang-barang yang dibeli dari sini namun setelah sebuah mekanisme diputuskan mengenai proses pengembalian dana, peraturan dari pembelian dan pembayaran, dan jumlah minimum pembelian," kata Hamoud Al-Harbi, Direktur PPN GAZT, mengatakan kepada Arab News seperti dikutip detikFinance, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Selain itu, ekspatriat yang tinggal di negara-negara Gulf Cooperation Council (GCC) tidak akan bisa mendapatkan fasilitas pengembalian PPN. Semua wisatawan yang bepergian ke wilayah Kerajaan Arab Saudi juga harus mengajukan permohonan untuk mendapatkan pengembalian PPN dan memberikan bukti pembayaran PPN saat pembelian dilakukan.


Pajak Pertambahan Nilai atau PPN adalah suatu bentuk pajak tidak langsung atas konsumsi atau penggunaan barang dan jasa yang dipungut pada titik penjualan. Hal ini berlaku di lebih dari 180 negara di seluruh dunia sebagai pajak konsumsi umum.

Di Arab Saudi PPN akan mulai berlaku mulai 1 Januari 2018, dengan tarif 5% pada sebagian besar transaksi barang dan jasa dengan sejumlah pengecualian terbatas.

(ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed