Diminati Dunia, Sayang Taruna Pelayaran RI Lemah di Bahasa Asing

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Minggu, 07 Jan 2018 17:19 WIB
Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari ini mengunjungi Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta Utara. Budi meminta taruna STIP Marunda agar lebih menguasai Bahasa Asing.

Dikatakan Budi, taruna dari Indonesia adalah salah satu yang paling diminati di dunia. Namun sayang, kompetensi Indonesia masih kalah, termasuk dari negara tetangga, Filipina.

"Taruna kita termasuk 2 negara yang paling diminati dengan Filipina. Namun dalam kompetensi kita kalah, makanya saya sengaja pancing mereka agar mereka belajar dan mengajar dalam Bahasa Inggris," tutur Budi di STIP Marunda, Jakarta Utara, Minggi (7/1/2018)

Budi ingin STIP Marunda mengembangkan kompetensinya sehingga bisa bersaing di dunia internasional.

"Kita melihat semacam keharusan melakukan improvement atau perbaikan sekolah maupun mengkomunikasikan agar lulusan bisa diserap di dunia internasional," tambahnya.

Dirinya menjelaskan, kondisi pelayaran internasional pun saat ini tidak terlalu baik. Namun Budi mengungkapkan, bila Indonesia memiliki lulusan yang memiliki kompetensi tinggi dan bisa diandalkan maka permasalahan mengenai lapangan di bidang pelayaran yang bisa dibilang sedikit bisa sedikit teratasi.

"Industri secara internasional tidak menggembirakan. Tapi kalau kita memiliki lulusan yang punya kompetensi kita bisa mengandalkan mereka sebagai lulusan yang memiliki tanggung jawab yang lebih," kata dia.

Budi menjelaskan kondisi pengangguran di bidang pelayaran saat ini lebih parah dibandingkan jumlah pengangguran di sektor perhubungan. Maka dari itu pihaknya saat ini tengah menekankan pada para pengajar dan sekolah di pelayaran agar SDM Indonesia bisa lebih diterima di industri pelayaran internasional.

"Yang udah kita tahu itu pilot. Pilot itu 1.200 orang tinggal jadi 600 ya. Jadi 600 kita itu akan kita didik 300 sampai 400 orang kemudian yang kita didik itu, akan kita mintakan pada operator dengan kualifikasi yang mau menerima. Laut kita lagi identifikasi, pasti jumlahnya lebih banyak saya enggak bisa kira -kira. Jadi kita enggak ingin menutup nutupi kalau memang belum performence kita harus improve," kata dia.

(zlf/zlf)