Follow detikFinance
Senin 08 Jan 2018, 12:57 WIB

Perlukah Operasi Pasar Cabai? Kementan: Ngapain, Barangnya Ada

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Perlukah Operasi Pasar Cabai? Kementan: Ngapain, Barangnya Ada Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance
Jakarta - Di awal tahun harga cabai rawit merah melonjak hingga Rp 65 ribu/kg. Contohnya di Pasar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pekan lalu. Lantas, perlukah operasi pasar untuk menstabilkan harga cabai tersebut?

Menurut Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Spudnik Sudjono operasi pasar hanya dilakukan ketika produksi suatu barang berkurang. Namun, menurut Spudnik, kenaikan harga cabai tidak dipengaruhi oleh jumlah produksi.


Sederhananya, produksi cabai rawit merah masih dinilai stabil. Sehingga pihaknya tidak akan melaksanakan operasi pasar.

"Tapi ngapain lah operasi pasar wong barangnya ada mungkin satgas pangan yang turun. Kalau saya operasi pasar itu kecuali kalau produksi berkurang, produksi saja ada kok," ucap Spudnik kepada detikFinance, Senin (8/1/2018).


Berdasarkan data Kementerian Pertanian, stok cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati masih sebanyak 21 ton. Lebih lanjut ia menjelaskan, kenaikan harga cabai rawit merah terjadi karena adanya permainan harga.

Pasalnya saat ini harga cabai di petani masih dianggap murah.

"Itu memang di tata niaganya (harga cabai tinggi). Di petani masih murah kok, masa di ritel Rp 60 ribu kan nggak masuk akal, berarti tata niaganya," imbuhnya.

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed