Follow detikFinance
Senin 08 Jan 2018, 21:41 WIB

Sri Mulyani Pamer Penerimaan Negara 2017, Apa Hasilnya?

Hendra Kusuma - detikFinance
Sri Mulyani Pamer Penerimaan Negara 2017, Apa Hasilnya? Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memamerkan hasil capaian kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 kepada pengusaha, ekonom, hingga pemimpin media nasional.

Hal tersebut diungkapkan dalam acara Dialog perkembangan makro fiskal 2017 dan langkah-langkah kebijakan makro fiskal 2018 bersama pengusaha, pengamat ekonomi dan juga pimpinan media di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/1/2018).

Ekonomi RI sampai kuartal III-2017 mampu tumbuh ke level 5,06% yang didukung oleh sektor investasi dengan pertumbuhan 7,1%, sektor ekspor tumbuh 17,3%, sektor impor tumbuh 15,1%, dan konsumsi yang stabil di level 4,9%. Adapun, tingkat inflasi jauh di bawah target yakni 3,6%.


Mengenai realisasi APBN-P tahun lalu, pendapatan negara Rp 1.659,9 triliun atau 95,6% dari target, sedangkan belanja negara mencapai Rp 1.986 triliun atau 93,1% dari target APBN-P.

Dengan pendapatan dan penerimaan tersebut, maka defisit anggaran 2,42% dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp 326,09 triliun. Angka ini jauh di bawah target yang sebesar 2,92%.

"Ini suatu kinerja yang extremely baik, kenapa? Pajak meski disebut enggak tercapai, dari Ditjen Pajak 88,6%, kalau tidak menggunakan tax amnesty dibersihkan maka pertumbuhan pajak masih 12%," kata Sri Mulyani.


Pada APBN-P 2017, realisasi penerimaan bea dan cukai juga menjadi yang pertama kali sejak tiga tahun lalu berhasil melebihi target.

"Makanya Pak Heru (Dirjen Bea dan Cukai) mau tiap hari ada rapim mau pamer, enforcement penertiban importir berisiko ya itu semuanya untuk naikan penerimaan dan perbaiki pelayanan," ungkap dia.

Selanjutnya, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berhasil mencapai 119,1% atau Rp 310,1 triliun dari target Rp 250,2 triliun. Tingginya PNBP dikarenakan harga minyak mentah dunia alami kenaikan.


Di sektor belanja, lanjut dia, realisasi 93,1% dari target APBNP juga menjadi kisah positif bagi pemerintah. Terutama pada belanja modal yang untuk kali pertama berhasil direalisasikan di level 92% dari yang sebelumnya hanya sekitar 80% sampai 83%. Selanjutnya, realisasi belanja pegawai mencapai 91%, belanja barang 94,6%, bantuan sosial sebesar 93,3%.

"Ini ada kualitas perencanaan dan eksekusi meningkat. Kenapa APBN kredible angkanya enggak bergerak secara adhock dari sisi pendapatan, dan APBN sehat," tutup dia. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed