Follow detikFinance
Rabu 10 Jan 2018, 12:19 WIB

Hasil Poling: 87% Tidak Setuju Susi Setop Penenggelaman Kapal

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Hasil Poling: 87% Tidak Setuju Susi Setop Penenggelaman Kapal Foto: Dok.
Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman, Luhut Panjaitan, meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, hentikan menenggelamkan kapal maling ikan. Menurut Luhut, ketimbang ditenggelamkan, lebih kapal-kapal itu disita diberikan ke nelayan lewat koperasi.

Sedangkan Susi punya pemikiran lain. Penenggelaman kapal itu sebagai efek jera bagi para pelaku maling ikan di laut Indonesia, terutama kapal-kapal asing.

Menurut Susi, kebijakan tersebut bisa meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan jumlah ikan di laut Indonesia terjaga. Merespons situasi ini, detikFinance menggelar poling twitter untuk mengajak pembaca memberikan pendapat mereka, setuju atau tidak penenggelaman kapal maling ikan dihentikan.


Poling dibuka sejak Selasa (9/1/2018) pukul 12.00 dan ditutup Rabu (10/1/2018). Hasilnya, dari 8.313 peserta poling, 87% menyatakan tidak setuju Susi hentikan penenggelaman kapal maling ikan.

Sementara 7% menyatakan setuju dan 6% tidak peduli. Mereka yang tidak setuju penenggelaman kapal maling ikan dihentikan, memberikan pandangan beragam.

Misalnya, donny lo lewat akun @lodonny yang meminta Susi jangan kendor menenggelamkan kapal maling ikan. Jangan kasih kendor bu! Biar pada tau kalo nyolong itu ada "hadiahnya" malah kalau perlu koruptor berada di kapal itu waktu mau ditenggelamkan. Biar pada kapok. Kl model skrg ga ada yg takut.

Senada dengan donny lo, Tiar. P lewat akun @tiar_indaHouse juga meminta Susi terus menenggelamkan kapal-kapal maling ikan. Gas terus pokok'e bu susi, jangan kasih kendor.

Ada pula peserta polling yang setuju dengan Luhut. Contohnya, Official Hendra Yap Hendra_Yaps mengatakan, Pikirkan dasar laut...jgn cuma asal tenggelamkan. Sita kapal pencuri dan alihkan sebagai bantuan utk nelayan indonesia.

Peserta polling lainnya yang setuju, Jonru Sinting @IdaBagusArya mengatakan, Setuju selama kapal tsb bisa dirampas menjadi milik negara & digunakan utk meningkatkan produktifitas & kesejahteraan nelayan di Indonesia. Atau kapal2 tsb disita utk kemudian dilelang & hasil lelangnya masuk kas negara.

(hns/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed