Follow detikFinance
Rabu 10 Jan 2018, 23:55 WIB

Soal Kapal Maling Ikan Jadi Aset Negara, Ini Kata Sri Mulyani

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Soal Kapal Maling Ikan Jadi Aset Negara, Ini Kata Sri Mulyani Foto: Sylke Febrina Laucereno/detikFinance
Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Panjaitan meminta Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, berhenti menenggelamkan kapal maling ikan. Sebab, kapal-kapal itu bisa disita sebagai aset negara atau diserahkan ke nelayan untuk dimanfaatkan.

Selain itu, Luhut juga menyampaikan ke Susi saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan harus fokus meningkatkan ekspor ikan.


Mengenai kapal maling ikan bisa jadi aset negara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons hal itu.

"Pada dasarnya suatu barang yang diambil alih negara melalui proses hukum yang benar bisa jadi aset negara, bisa dimanfaatkan bagi kita," ujar Sri Mulyani usai menghadiri acara HUT LMAN, di Jakarta Theatre XXI, Rabu (10/1/2018).

Selain itu, Sri Mulyani memahami sikap tegas Susi Pudjiastuti memberantas maling ikan di perairan ikan, salah satu caranya dengan penenggelaman. Menurut Sri Mulyani, itu merupakan cara Susi memberikan efek jera.

"Kan concern atau perhatian ibu Susi bagaimana kapal-kapal ini (kapal eks asing pencuri ikan) tidak menyalahgunakan izin trayek dari sisi pengambilan ikan atau sumber daya alam di Indonesia," sambung dia.

Lebih lanjut, terkait perbedaan pendapat antara Luhut dan Susi terkait tindakan yang perlu diambil bagi kapal pencuri ikan, Sri Mulyani memberikan tanggapannya.

"Jadi sebetulnya dua hal ini sangat bisa dijembatani dengan terus memperbaiki tata kelola monitoring dan kemudian memanfaatkan aset itu dengan menegakkan tata kelola yang baik juga bermanfaat bagi masyarakat," tandas dia. (dna/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed