Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Jan 2018 00:34 WIB

Mendag ke Pedagang: Beras di Gudang Keluarkan!

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengumumkan pemerintah akan mengimpor beras akhir bulan ini. Beras dipasok dari Thailand dan Vietnam sebanyak 500.000 ton.

Produk beras yang diimpor adalah jenis khusus, yaitu tidak ditanam di Indonesia dan biasanya untuk konsumsi hotel, restoran, dan katering. Selain mengumumkan impor beras, Enggartiasto juga meminta seluruh distributor tidak menahan stok beras.

Dia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Mendag nomor 20 tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok, mewajibkan kepada badan usaha yang bergerak di distribusi beras melaporkan stok di gudang mereka.


"Apabila mereka tidak melaporkan dan ditemukan ada di satu tempat gudang tersedia beras yang tidak dilaporkan maka kita anggap itu ilegal atau penimbun beras. Pasti kami proses secara hukum karena itu sudah diundangkan dan disosialisasikan dan disampaikan," ujar pria yang biasa disapa Enggar itu di Kementerian Perdagangan, Kamis (11/1/2018).

Selain itu, Enggar juga meminta para pengusaha beras mengeluarkan stok mereka di gudang. Untuk memastikan perintah itu dijalankan, tim Kemendag, dinas perdagangan, bersama Satgas Pangan akan mendatangi gudang-gudang beras.


"Beras yang ada di gudang itu dikeluarkan, kami staf yang ada di kementerian perdagangan berkoordinasi dengan dinas perdagangan dukungan satgas kami akan datangi gudang itu," tegasnya.

"Kalau ada yang simpan beras medium maka dia harus salurkan dengan harga medium, kalau premium ya harga premium, kalau harga khusus ya silakan tapi kita akan lihat itu tersertifikasi kategori beras. Beras yang ada di dalam negeri itu harus dikeluarkan dan disalurkan," tutur Enggar.

(hns/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com