Follow detikFinance
Rabu, 17 Jan 2018 21:11 WIB

Cantrang Boleh Dipakai Lagi, Luhut: Ibu Susi Tahu yang Dilakukan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance Foto: Ardan Adhi Chandra/detikFinance
Jakarta - Nelayan boleh kembali memakai cantrang untuk menangkap ikan. Keputusan itu dicapai usai pertemuan antara pemerintah daerah, perwakilan nelayan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Istana Merdeka, siang tadi, Rabu (17/1/2018).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Panjaitan menyerahkan sepenuhnya kepada Susi terkait kebijakan cantrang.

"Kita tunggu saja. Kita lihat. Ibu Susi kan tahu apa yang dia lakukan," kata Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Rabu (17/1/2018).

[Gambas:Video 20detik]


Sebagai informasi, usai mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu perwakilan nelayan pengguna cantrang, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, bertemu massa pendemo pendukung cantrang di depan Istana Merdeka.

Para pendemo menyambut susi dengan lantunan selawat, hingga susi naik di mobil komando. Perwakilan pendemo, Hadi Santoso, yang ikut mendampingi Susi di mobil Komando, mengatakan dari pertemuan tadi dengan Presiden Jokowi, kapal cantrang boleh melaut lagi.

"Sebetulnya tadi Pak jokowi mau langsung, tapi ada tamu jadi ya yang datang Ibu Susi. Cantrang boleh melaut lagi tanpa batasan," kata Hadi kepada massa pendemo di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/1/2018).


Sepanjang pagi hingga sore, Rabu (17/1/2018), masa pendemo, yang mayoritas nelayan, menggelar demo besar-besaran di depan Istana Merdeka, Jakarta. Mereka menuntut pemerintah mencabut larangan memakai cantrang.

Sebelumnya Susi telah memberikan toleransi penggunaan cantrang hingga akhir Desember 2017, dan mulai Januari 2018 hingga seterusnya cantrang tidak boleh dipakai lagi. Berjalan beriringan dengan kebijakan itu, Susi juga membagi-bagi alat tangkap ramah lingkungan kepada para nelayan dan bantuan kapal perikanan.


Yang jelas, kapal cantrang diperbolehkan kembali melaut dengan catatan tidak boleh ada tambahan kapal.

"Bapak dan ibu semua yang hadir hari ini. Keputusan tadi tolong dihormati, saya tidak mau ada kapal cantrang ilegal, tidak punya ukuran, ukurannya makdal (tidak sesuai) tapi masih melaut," kata Susi saat berpidato di depan massa nelayan. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed