Follow detikFinance
Jumat, 19 Jan 2018 15:05 WIB

Kementan: Panen Padi Mulai Januari hingga Puncaknya di Maret

Arif Syaefudin - detikFinance
Foto: Arif Syaefudin/detikcom Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Blora - Kementerian Pertanian memastikan pada Januari-Maret 2018 merupakan masa panen di seluruh daerah pertanian di Indonesia. Sehingga stok pangan secara nasional diprediksi aman.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal (Dirjen) Holtikultura Kementrian Pertanian RI, Spudnik Sujono Kamino saat melaksanakan panen raya di Desa Tanjung Kecamatan Kedungtuban, Blora, Jum'at (19/1/18).

"Kita kemari untuk melaksanakan panen, artinya ingin kita beritahukan ke publik secara keseluruhan sejak Januari itu kita terus panen dan stok sejatinya aman," paparnya kepada wartawan, Jum'at (19/1/18).


Ia menyebutkan, Januari 2018, akan terjadi panen raya seluas 854 ribu hektare lahan pertanian, dengan produksi gabah 4,2 juta ton dan menghasilkan beras sebesar 2,7 ton. Pada Februari mengalami peningkatan sebanyak 1,64 juta hektare lahan yang panen, dengan hasil produksi 5,4 juta ton beras.

Sedangkan puncak panen raya, disebutkan Spudnik akan terjadi pada Maret. Ada seluas 2,3 juta hektare lahan pertanian yang akan panen raya. Memproduksi 11,8 juta ton gabah kering giling dan menghasilkan 7,4 juta ton beras.

"Artinya ada beras, tidak ada panic buying, antre beras itu tidak ada. Kita hanya ingin menunjukkan bahwa di Kementerian Pertanian sudah berbuat. Jajaran Pemerintah Daerah juga sudah berbuat. Itu intinya, kita untuk pangan aman," tegasnya.


Sementara itu, pemerintah akan mengimpor 500 ribu ton beras akhir Januari ini. Beras yang dipasok dari Thailand dan Vietnam ini dipasok untuk menjaga cadangan beras di gudang Bulog, sehingga stok tetap terjaga.

Di sisi lain, pemerintah memastikan beras petani tetap diserap Bulog saat panen raya nanti. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya akan menyerap semua hasil panen dari petani.

Enggar pun meminta kepada semua petani untuk tidak khawatir terhadap persoalan tersebut. Sebab pihaknya akan menyerap berapa pun hasil panennya.

"Semua dari petani itu akan dibeli. Jadi buat apa khawatir? Pokoknya berapa pun hasilnya akan dibeli. Dijamin," kata Enggar di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (19/1/2018). (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed