Follow detikFinance
Senin, 22 Jan 2018 19:23 WIB

Menteri Bambang Sindir PNS yang Takut Dimutasi

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: dok. Bapennas Foto: dok. Bapennas
Jakarta - Pemerintah saat ini tengah mendorong adanya reformasi birokrasi. Namun masih banyak hal yang perlu dibenahi di tataran birokrasi salah satunya Aparatur Sipil Negara (ASN) itu sendiri.

Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, salah satu sifat buruk ASN yang harus dibenahi adalah terlalu nyaman dengan jabatannya dan enggan untuk dimutasi. Berbeda dengan ASN Singapura yang jabatannya tidak bersifat kaku.

"Sistem PNS di sana itu begitu cair jadi rotasi di sana begitu cair. Bahkan di kementerian sekalipun. Karena terus terang yang namanya mutasi antar kementerian mutasi antar eselon I itu susahnya luar biasa kalau di Indonesia," tuturnya dalam acara Refleksi 2017 & Resolusi 2018 di Kementerian PAN-RB, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Menurut Bambang, dengan sistem rotasi jabatan baik untuk para ASN agar lebih banyak memiliki pengalaman. Sayangnya di Indonesia para ASN cenderung takut jika harus dimutasi, bahkan merasa bangga jika sudah lama di posisi dan lembaga yang itu-itu saja.

"Bahkan terkesan enggak mau dipindah rumah. Kalau menurut saya ini bukan pintar tapi minteri. Jadi (dia bilang) saya bisa lebih pinter karena saya sudah 20 tahun, kamu baru satu tahun," sindirnya.

Padahal, kata Bambang, di Singapura bahkan perpindahan ASN-nya bisa ke BUMN ataupun swasta. Mereka tidak khawatir karena kehilangan posisinya di birokrat.

"Jadi dia misalnya dulu deputi kementerian sekarang bisa saja sudah bukan kementerian misalnya di Bank UOB. Kala di kita, suruh keluar, lah (berpandangan) keluar jangan harap bisa kembali. Itu masih terjadi dan menurut saya itu membuat indeks kita ketinggalan dari Malaysia, Thailand hingga Singapura," tandasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed