Jokowi Kumpulkan Kepala Daerah Bahas Kemudahan Berusaha

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 23 Jan 2018 11:56 WIB
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengumpulkan para pejabat negara mulai dari menteri kabinet kerja hingga seluruh kepala daerah di Istana Presiden, Jakarta Pusat.

Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan memimpin rapat kerja pemerintah tentang percepatan pelaksanaan berusaha di daerah.

"Kita hanya membicarakan satu saja mengenai percepatan berusaha di negara kita terutama di daerah, satu itu saja," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Jokowi menyebutkan, Indonesia masih memiliki momentum yang baik untuk terus meningkatkan peringkat kemudahan berusaha. Apalagi melihat jejak peringkat EoDB Indonesia yang saat ini berada di urutan 72.

"Karena memiliki momentum, yang berkaitan dengan EoDB meloncat 2014 akhir itu peringkat 120 sekarang menjadi 72, ini lompatan yang sangat tinggi," ungkap dia.

Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretariat Negara Pratikno, Menteri Hukum dan Ham Yasona Laoly, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Sekertaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Staf Presiden Moeldoko.

Diketahui, peringkat kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB) Indonesia naik dari 91 ke 72. Indonesia kini sudah di atas China yang berada di peringkat 78, meski masih di bawah peringkat negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

Orang nomor satu di Indonesia ini bahkan belum puas terhadap peringkat kemudahan berusaha Indonesia meskipun sudah meloncat tinggi. Dia sudah berpesan kepada Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, bahwa dia tetap ingin target peringkat 40 bisa tercapai dalam 2 tahun. Di mana, pada tahun ini ditargetkan bisa tembus ke urutan 50.

Jokowi mengakui untuk mengejar target tersebut perlu banyak melakukan pembenahan total dalam hal perizinan. Kemudahan perizinan juga harus diberikan dengan tidak memandang besar kecilnya skala bisnisnya. (zlf/zlf)