Keyakinan Konsumen Mulai Pulih

Mulai Mei 2005

Keyakinan Konsumen Mulai Pulih

- detikFinance
Jumat, 17 Jun 2005 12:01 WIB
Jakarta - Meski masih pesimis, Keyakinan konsumen mulai pulih yang terlihat dari angka indeks keyakinan konsumen (IKK) sebesar 97,6 pada Mei 2005. Angka ini melampaui angka pada April lalu sebesar 88,4, namun masih dalam kondisi pesimis karena di bawah angka 100.Bulan April merupakan titik balik keyakinan konsumen seiring menurunnya dampak dari kebijakan kenaikan harga BBM. Hal itu diperkuat oleh optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian Indonesia pada masa enam bulan ke depan.Demikian hasil survey konsumen bulanan yang dilakukan Bank Indonesia, dan dipublikasikan Jumat (17/6/2005). Survei ini dilakukan terhadap sekitar 4.300 rumah tangga sebagai responden di 16 kota.Peningkatan IKK tercermin pada peningkatan kedua komponen IKK yakni Indeks Kondisi Ekonomi saat ini (IKE) dari 75,1 menjadi 84,3 dan Indeks Ekspektasi konsumen (IEK) dari 101,7 menjadi 110,9.Pada bulan Mei, sebagian besar konsumen mempunyai ekspektasi akan terjadi kenaikan harga secara umum (inflasi) pada 6 bulan mendatang. Namun ekspektasi ini menurun dibandingkan selama April. Responden yang memiliki inflasi akan meningkat dalam 6 bulan mendatang mencapai 77 persen, atau menurun dibandingkan bulan April sebesar 81,7 persen.Sebagian konsumen memperkirakan, inflasi tertinggi akan terjadi pada kelompok makanan, kelompok perumahan dan bahan bangunan, kelompok transportasi dan komunikasi, kelompok pendidikan dan kelompok sandang. Berdasarkan survei itu pula, suku bunga diperkirakan cenderung meningkat dibandingkan survei April. Dari seluruh responden yang disurvei, sebanyak 55,6 persen responden mempunyai ekspektasi suku bunga akan relatif stabil pada 6 bulan mendatang. Sedangkan 31 persen responden memperkirakan suku bunga akan meningkat, dan hanya 13,4 persen yang memperkirakan suku bunga menurun. Untuk ekspektasi terhadap nilai tukar, 38,1 persen konsumen mempunyai ekspektasi rupiah akan relatif stabil terhadap dolar AS dalam 6 bulan mendatang. Sebanyak 33,3 persen memperkirakan rupiah akan menguat, dan 28,6 persen memperkirakan rupiah akan melemah.Penjualan Eceran MeningkatBank Indonesia juga mengumumkan hasil survei penjualan eceran kepada para pengusaha ritel selama April 2005. Dari survei itu mengindikasikan adanya peningkatan indeks riil penjualan eceran sebesar 0,2 persen. Pada Maret lalu, indeks riil penjualan meningkat 1,8 persen. Dari sembilan kelompok barang yang disurvei, tiga kelompok barang mengalami kenaikan penjualan dengan peningkatan terbesar pada kelompok suku cadang kendaraan diikuti kelompok pakaian dan perlengkapannya dan kelompok kerajinan, senin dan mainan. Secara regional, dari lima kota yang di survei, sebanyak 3 kota yakni Bandung, Jakarta dan Surabaya mengindikasikan adanya peningkatan penjualan. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads