Follow detikFinance
Jumat, 26 Jan 2018 15:52 WIB

Pedagang Pasar Senen Akui Pendapatan Jual Atribut Kampanye Turun

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah Foto: Selfie Miftahul Jannah
Jakarta - Meski pemesanan atribut partai mulai dilakukan oleh para calon kepala daerah jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilakukan oleh 171 daerah di 27 Juni 2018, para pedagang di Pasar Senen mengakui tren penjualannya terbilang turun.

Hal tersebut diungkapkan salah satu pedagang distributor atribut partai Justina. Dirinya mengaku dulu pendapatannya selama masa kampanye bisa mencapai Rp 1 miliar. Namun saat ini tak seramai dulu.

Namun ia bersyukur karena masih ada tim sukses sejumlah pasangan calon yang memesan kaos dan atribut kampanye di tempatnya. Dirinya mengaku sampai saat ini omzetnya terbantu dengan pemesanan para langganan dari luar Pulau Jawa.

"Kemarin itu Bali, pesan 10.000 kaos, kemudian dua hari lalu juga sudah ada yang minta 2.500 kaos dari Bali juga," kata dia kepada detikFinance, Jumat (26/1/2018)..

Beberapa calon kepala daerah kata Justina sudah mulai berbelanja kaos pesanan dari kawasan Papua, Kalimantan, Ambon, Palembang, Lampung, sampai Bali.

Sementara itu ada pula pedagang atribut partai di Pasar Senen, Amelia, dirinya menjelaskan sejak kebakaran Pasar Senen beberapa waktu lalu, omzet dagangnya turun 30%. Dari total rata-rata pendapatan selama sebulan yaitu sekitar Rp 50 juta. Amelia mengaku sejak kebakaran terjadi, konsumen Pasar Senen menjadi terbagi dua.

"Turun sekitar 30% lah, kan ada juga yang di Mangga 2, konsumen jadi terbagi, di sana tempatnya kan ber- AC, kan kalau konsumenya para suruhannya ajudan milih pada kesana," kata dia.

Amelia mengaku, pemesanan atribut partai seperti kaos, kemeja, topi, kalender sampai bendera sudah dipesan oleh para calon pejabat di berbagai daerah. Namun, mayoritas pemesan merupakan konsumen di luar Pulau Jawa.

"Yang sudah pesan itu yang dari Palangkaraya, dan Sumatera Barat, Kebanyakan di luar Jawa, sampai saat ini dari Januari pemesanan kaos sudah sampai 30.000 prosesnya baru 50%, pokoknya Maret 2018 harus sudah beres," kata dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed