Follow detikFinance
Senin, 05 Feb 2018 13:12 WIB

JK Ingin Maluku Tanam Cengkeh dan Pala Seperti Zaman Penjajahan

Noval Dhwinuari Antony - detikFinance
Foto: Rektor Universitas Pattimura Martinus Johanes Saptenno/Foto: Noval-detikcom Foto: Rektor Universitas Pattimura Martinus Johanes Saptenno/Foto: Noval-detikcom
Jakarta - JK Ingin Maluku Kembali Jadi Daerah Penghasil Pala dan Cengkeh

Wakil Presiden Jusuf Kalla menginginkan produksi rempah-rempah seperti cengkeh dan pala di Maluku kembali ditingkatkan seperti saat zaman penjajahan. Untuk itu JK meminta Universitas Pattimura, Ambon terlibat dalam pembinaan ke masyarakat.

"Jadi pertemuan dengan Pak Wapres kita bahas pembangunan di wilayah Timur khususnya di Provinsi Maluku. Di mana Universitas Pattimura sebagai satu-satunya universitas negeri harus diupayakan dikembangkan menjadi lembaga yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku, dan tadi beliau menyarankan supaya kita kembali menghidupkan potensi yang pernah ada di Maluku seperti cengkeh dan pala, itu harus kita kembangkan lagi," ujar Rektor Universitas Pattimura Martinus Johanes Saptenno usai menemui JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2018).

Menurut Martinus, JK ingin agar Universitas Pattimura ikut mendorong masyarakat kembali menanam pala dan cengkeh. Martinus mengatakan produksi pala dan cengkeh di Maluku hari ini semakin menurun.

"Karena potensi itu semakin hari semakin habis tanamannya, maka diupayakan supaya wilayah itu di ditanami cengkeh dan pala lagi sebagaimana dulu di mana bangsa Barat datang ke Maluku. Itu adalah untuk mencari rempah-rempah yang ada di Maluku," katanya.

Saat zaman penjajahan bangsa Eropa, produksi rempah-rempah tertinggi di Maluku ada di Pulau Banda. Namun Martinus mengatakan saat ini semua wilayah di Maluku memiliki potensi yang sama untuk ditanami rempah-rempah. Pihaknya pun akan membantu peningkatan produksi rempah-rempah melalui riset dan teknologi.

"Penting sekali keterlibatan universitas bersama pemerintah daerah ke depan agar Maluku bisa kembali jaya," ucapnya.

Martinus mengungkapkan, awal turunnya minat masyarakat menanam pala dan cengkeh adalah saat zaman orde baru. Kala itu cengkeh dan pala masyarakat dijual dengan harga murah.

"Masyarakat berpikir mengolahnya sulit menanamnya sulit, bagaimana menjual dengan harga murah. Karena itu mereka beralih ke mata pencaharian lain. Sekarang menurut informasi yang disampaikan, ternyata Indonesia impor cengkeh, dan karena itu peluang sekali bagi Maluku untuk menanam cengkeh dan pala," ungkapnya.

Universitas Pattimura khsususnya melalui Fakultas Pertanian akan segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pembinaan masyarakat dalam menanam rempah-rempah. Universitas Pattimura juga akan segera melakukan penlitian.

"Sesudah ini kami kembali ke universitas dan kami akan berkoordinasi dengan pihak yang terkait, terutama Fakultas Pertanian untuk bagaim (nvl/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed