Follow detikFinance
Selasa, 06 Feb 2018 17:31 WIB

Bertemu Sri Mulyani, Bamsoet Bahas Anggaran MUI Rp 30 Miliar

Tsarina Maharani - detikFinance
Foto: Tsarina Maharani/detikcom Foto: Tsarina Maharani/detikcom
Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo menerima Menteri Keuangan Sri Mulyani Indonesia. Bambang menyampaikan aspirasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang meminta tambahan anggaran Rp 30 miliar.

"Tadi saya sampaikan ke Ibu Menteri bahwa ada aspirasi MUI dalam anggarannya hanya menerima setahun Rp 6 miliar. Itu pun masih dibawah Satker Kemenkeu. Sementara kebutuhan yang mereka harus dapatkan sesuai dengan permintaan MUI untuk pembinaan moral umat Islam yang jumlah mayoritas itu membutuhkan kurang lebih Rp 30 miliar," jelas pria yang akrab disapa Bamsoet di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Hal ini ia sampaikan setelah bertemu dengan Pengurus MUI di Gedung Pusat MUI. Pertemuan itu membahas sejumlah hal salah satunya persoalan pidana terhadap LGBT.

Terkait anggaran, Bamsoet pun langsung menyampaikan kepada Sri Mulyani. Menurutnya, Sri Mulyani akan mempertimbangkan usulan tersebut.

"Saya sampaikan ke Bu Menteri. Bu Menteri akan mempelajari dan akan mengalokasikan dengan beberapa pertimbangan," jelasnya.

Selain itu, pertemuan dengan Sri Mulyani juga sempat menyinggung tambahan anggaran atas penambahan kursi DPR dan MPR. Hingga sejauh ini, pemerintah masih menyepakati penambahan satu kursi pimpinan untuk DPR dan MPR.

"Tadi dibahas juga penambahan pimpinan DPR dan beliau sudah mendapatkan informasi. Pemerintah sudah sepakat untuk DPR ada penambahan satu dan MPR juga satu," kata politikus Golkar itu.

"Nah bahwa nanti ada dinamika perkembangan, beliau serahkan ke dinamika DPR," tambahnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani mengatakan pertemuannya dengan Bamsoet adalah demi mendukung program-program DPR. Ia berharap program legislasi di DPR dapat dipercepat.

"Seperti biasa Kemenkeu karena banyak UU yang sifatnya sangat reguler jadi kami berkenalan dengan ketua DPR. Fokusnya bagaimana menyukseskan program ketua DPR untuk menyukseskan legislasi. Jadi kami siap untuk mendukung dan membantu dan melihat apa saja yang perlu dipercepat dalam pembahasan UU," sebut Sri Mulyani.

Salah satu pembahasan UU yang diharapkan cepat selesai adalah revisi Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP). Selain itu, kata Sri Mulyani, ia juga membahas soal ratifikasi AFAS.

"Seperti diketahui, dalam RUU sekarang dibahas terutama RUU KUP. Dan siang ini kami di komisi akan berbicara ratifikasi ASEAN, AFAS. Itu supaya terjadi pembahasan yang sama membahas legislasi secara baik dan produktif. Itu aja," pungkasnya. (tsa/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed