Follow detikFinance
Selasa, 06 Feb 2018 23:23 WIB

Moeldoko: Beras Impor Masuk Gudang, Dikunci Satgas Pangan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Alfathir Yulianda Foto: Alfathir Yulianda
Jakarta - Pemerintah menjamin beras impor yang datang saat masa panen raya ini hanya untuk cadangan di gudang Bulog. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta beras impor hanya untuk stok di gudang Perum Bulog.

Menurut Moeldoko, setelah tiba di pelabuhan, beras-beras impor itu akan dikawal ke gudang Bulog.

"Saya sudah sampaikan, dan Pak Presiden (Jokowi) sudah menginginkan, nanti begitu beras impor itu datang kita kawal menuju ke gudang, setelah itu akan dikunci oleh Satgas Pangan agar meyakinkan kepada petani, kepada masyarakat, bahwa beras impor itu hanya untuk cadangan nasional," ujar Moeldoko usai diskusi di Resto Bunga Rampai, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (6/2/2018).


Dia menambahkan, harga beras mulai turun karena harga gabah di tingkat petani turun. Harga gabah turun antara Rp 1.000-Rp 1.200. Sedangkan, harga beras di Pasar Induk Cipinang mulai turun antara Rp 400-Rp 600.

Namun, Moeldoko, menegaskan turunnya harga gabah di tingkat petani bukan dipicu impor, melainkan karena saat ini sedang masuk masa panen raya. Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memperkirakan masa panen raya berlangsung pada Februari hingga April.


Selama masa panen raya produksi akan melimpah sehingga memicu turunnya harga gabah.

"Untuk itu, yang ingin kita sampaikan kepada para petani adalah, sekali lagi bukan karena impor harga itu turun. Harga itu turun karena memang kita telah memasuki musim panen," ungkap pria yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

"Saya juga ingin menjelaskan kepada khalayak ramai, bukan karena impor, bukan, tapi karena kita sedang memasuki masa panen yang besar," pungkasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed