Follow detikFinance
Jumat, 09 Feb 2018 08:54 WIB

Hati-hati, Ada Risiko Pengangguran Baru Akibat Padat Karya Cash

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Danang Sugianto Foto: Danang Sugianto
Jakarta - Program padat karya cash yang mulai dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sebagai solusi cepat dan menjanjikan untuk mendongkrak konsumsi masyarakat dan menanggulangi masalah pengangguran.

Namun ekonom yang juga mantan Menteri Keuangan Chatib Basri memberikan peringatan dini, bila tak diperhatikan dengan baik, program ini menyimpan risiko menciptakan pengangguran baru di Indonesia.

"Yang perlu diperhatikan adalah upah. Kalau upahnya lebih besar dari UMP (Upah Minimum Provinsi), maka bisa memancing orang yang sudah bekerja di sektor formal untuk pindah, ikut program padat karya cash," kata dia saat berbincang dengan detikFinance belum lama ini.

Padahal, lanjut Chatib, tujuan padat karya cash bukan lah untuk menciptakan lapangan kerja baru melainkan untuk memberikan alternatif pemasukan bagi masyarakat miskin untuk memperbaiki daya beli dan tingkat konsumsi rumah tangga.

Chatib mengakui, di tahun politik tentu akan banyak tekanan dari berbagai pihak untuk meningkatkan upah bagi masyarakat yang terlibat dalam program pada karya cash.


"Pasti ada saja yang desak dengan kata-kata, 'naikin dong, masa mau bantu masyarakat tapi setengah-setengah? Masa bantuannya hanya segitu?'. Saran saya pemerintah bisa bertahan terhadap tekanan itu," papar Chatib.

Karena, bila pemerintah tak kuat menahan tekanan tersebut, bukan tidak mungkin program padat karya cash malah bakal jadi produk yang gagal total dan malah mengganggu ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

"Dulu hal seperti itu pernah terjadi di India. Karena tekanan tinggi dan pemerintahnya tak kuat dengan tekanan itu, programnya malah gagal. Itu berbahaya sekali," tandasnya.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed