Follow detikFinance
Senin, 12 Feb 2018 12:00 WIB

Ekspor RI Kalah dari Vietnam hingga Malaysia, Kok Bisa?

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: agung pambudhy Foto: agung pambudhy
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat kesal dengan kinerja ekspor Indonesia yang kalah dari negara tetangga, seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Istana Negara, Rabu (31/1/2018).

Menurut Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, ekspor masih dari didominasi komoditas. Produk komoditas akan memberikan hasil memuaskan jika harganya tengah naik saja.

"Problem kita ekspor komoditas mentahnya dan industri olahan primer porsinya masih lebih dari 40%. Kita cuma menunggu harga komoditas mentah naik baru ekspor kita surplus," kata Bhima kepada detikFinance, Jakarta, Senin (12/2/2018).


Nilai ekspor Indonesia sepanjang tahun lalu mencapai US$ 168,7 miliar. Angka ini surplus US$ 11,8 miliar karena nilai impor tercatat US$ 156,8 miliar. Adapun, total nilai ekspor Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan Thailand, Malaysia dan Vietnam.

"Bandingkan dengan Vietnam, Thailand struktur ekspor barang industrinya masing-masing mencapai 76,9% dan 62% dari total ekspor," ujar dia.

Selanjutnya, sekitar 70% ekspor Indonesia juga ke negara-negara tradisional seperti China, Amerika Serikat (AS), Eropa, Jepang dan India.


"Sudah waktunya untuk perluas pasar ke negara alternatif di Rusia, Afrika, dan Amerika Latin. Peran atase perdagangan atau kedutaan di negara-negara tujuan eskpor alternatif harus diperkuat. Kalau kita bisa tahu permintaan tiap negara sampai detail akan membantuk eksportir menembus pasar baru," terang Bhima.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, nilai ekspor Thailand sebesar US$ 231 miliar, Malaysia sebesar US$ 184 miliar, dan Vietnam sebesar US$ 160 miliar. Hal itu diungkapkannya pada saat membuka Raker Kementerian Perdagangan Tahun 2018 di Istana Negara.

Jika Indonesia tidak berbenah diri, kata Jokowi, negara-negara seperti Kamboja dan Laos memiliki potensi akan menyusul Indonesia dalam hal nilai ekspornya.

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed