Follow detikFinance
Senin 12 Feb 2018, 15:34 WIB

Pesan Jokowi Untuk Menteri Kebinet Kerja Saat Sidang Paripurna

Hendra Kusuma - detikFinance
Pesan Jokowi Untuk Menteri Kebinet Kerja Saat Sidang Paripurna Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka sidang kabinet paripurna mengenai Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, dia memberikan penekanan terhadap tiga hal. Pertama, berkaitan dengan momentum pertumbuhan ekonomi. Kedua, mengenai ekspor dan investasi yang menjadi kunci penggerak ekonomi nasional. Ketiga, dirinya meminta kepada seluruh menteri kabinet kerja untuk menyelesaikan proyek strategis nasional (PSN) yang pada tahun lalu belum dirampungkan.

"Pada sore hari ini akan dibahas mengenai rencana kerja pemerintah tahun 2019, dan sebelum menteri PPN/Bappenas mengusulkan tema sasaran dan arah kebijakan RKP 2019, saya ingin menekankan beberapa hal untuk menjadi perhatian kita bersama," kata Jokowi di Istana Negera, Jakarta, Senin (12/2/2018).

Untuk momentum pertumbuhan ekonomi, Jokowi menyebutkan, tren pertumbuhan ekonomi nasional meningkat per kuartalannya. Di mana, dari 5,06% di kuartal III-2017 tumbuh menjadi 5,19% di kuartal IV-2017.

"Tren pertumbuhan ekonomi terus berlanjut di 2018, apalagi saya lihat langkah ekspor kita di sektor komoditas dan batu bara menunjukkan kinerjanya yang semakin meningkat. Begitu pula konsumsi rumah tangga yang kita harapkan makin membaik sejalan dengan program padat karya tunai yang telah kita gulirkan dan telah dilaksanakan di beberapa daerah," tambah dia.

"Hal ini saya melihat kemarin beberapa titik oleh kementerian PU, satu titik Kementerian Desa, saya belum lihat kementerian yang lain. Agar nanti disampaikan untuk program padat karya ini dari kementerian lain agar bisa kita lihat sudah dimulai dan sudah dilaksanakan di beberapa daerah," sambung dia.

Mantan Wali Kota Solo ini juga mengingatkan kepada seluruh pejabat kabinet kerja mengenai investasi dan ekspor yang menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jokowi berpesan, pemerintah harus terus memperbaiki iklim kemudahan berusaha mulai dari pusat hingga Kabupaten/Kota.

"Ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh para pengusaha," jelas dia.

Mengenai ekspor, Jokowi menyebutkan kontribusinya yang sebesar 20,37% dari PDB perlu ditingkatkan lagi dengan langkah-langkah terobosan, misalnya membedah hambatan-hambatan yang selama ini dialami para eksportir dalam negeri.


Mengenai program PSN, Jokowi mengungkapkan khususnya yang belum diselesaikan pada 2017 harus segera dirampungkan. Jokowi juga meminta kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk mengevaluasi program PSN baik yang bisa dieksekusi maupun yang sulit direalisasikan.

"Program proyek strategis yang direncanakan dan mulai dikerjakan di 2018 betul-betul dipastikan eksekusinya di lapangan. Untuk itu saya minta menko perekonomian mengevaluasi lagi program proyek yang bisa betul-betul dieksekusi, mana yang tidak mungkin untuk dilaksanakan ini harus diputuskan cepat," kata dia.

Sedangkan terkait dengan RKP Tahung Anggaran 2019, Jokowi mengingatkan pada tahun tersebut menjadi tahun politik. Sehingga, setelah mengebut pembangunan infrastruktur maka masuk ke tahap selanjutnya yaitu pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Oleh sebab itu kementerian-kementerian terkait dengan ini, karena tahapan kedua setelah infrastruktur, kerja besar kita adalah pembangunan sdm, di menaker, menteri perindustrian mendikbud, mendikti dan kementerian lain harus mulai merancang apa yang akan dikerjakan dalam kerja besar pembangunan SDM," tutup dia.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed