Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 13 Feb 2018 17:58 WIB

Ternyata Ini Penyebab Jeruk Mandarin China 'Hilang' Jelang Imlek

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Trio Hamdani Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Importir mengatakan langkanya jeruk mandarin jelang Imlek karena pemerintah tidak mengeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) sejak Nopember 2017. Hal itu membuat buah tersebut tidak tersedia di pasar induk hingga supermarket.

"Anggota kami yang jumlahnya puluhan, sampai hari ini tidak ada satu pun yang menerima izin SPI untuk produk jeruk mandarin dari China," ujar Ketua Umum Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia, Khafid Sirotudin ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Selasa (13/2/2018).


Kata dia, izin impor jeruk mandarin masih tertahan di Kementerian Perdagangan. Sementara Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian sudah keluar awal tahun.

"RIPH sudah keluar. Ini kan syarat urus SPI. RIPH dari deptan (Kementerian Pertanian) itu keluar, rekomendasi kita impor dari China, keluar bulan Januari. Tapi pengajuan kita ke SPI ke depdag (Kementerian Perdagangan) tidak dikeluarin," ujarnya.



"Artinya sampai hari ini termasuk sekarang, yang keluar dari SPI, di anggota kami loh ya, nggak tahu kalau yang lain, itu tidak ada SPI jeruk mandarin dari China," lanjutnya.

Dia mengusulkan ke pemerintah agar penghentian izin impor produk dari China digantikan dengan komoditas lain. Sementara jeruk mandarin tetap diizinkan. Apalagi jelang Imlek buah ini banyak dicari.


"Kalau kami boleh berharap daripada membuat implikasi negatif mending di sektor lain lah. Artinya kalau jeruk untuk kepentingan masyarakat Tionghoa di Indonesia, untuk rayakan Imlek. Ini pun sebenarnya kami nggak permasalahkan, cuma kalau masih bisa, dicari barang lain," tambahnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed