Follow detikFinance
Rabu, 14 Feb 2018 15:50 WIB

Kepala Bappenas: 24% PNS Lulusan SMA Bikin Birokrasi RI Kedodoran

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom Foto: Marlinda Oktavia Erwanti/detikcom
Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan masih belum maksimalnya sistem birokrasi di Indonesia dikarenakan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Dari jumlah total Pegawai Negeri Sipil (PNS) nasional, Bambang menuturkan sekitar 24% merupakan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Jumlah PNS hingga saat ini sekitar 4,5 juta orang, gabungan antara pusat dan daerah.

"PNS hari ini 24% itu lulusan SMA, hampir seperempat, jadi birokrasi yang market friendly itu masih kedodoran, karena PNS di posisi teknis pun masih ditempati orang lulusan SMA," kata Bambang di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).

Dia menceritakan, pada 2045 kondisi Indonesia akan berubah drastis di mana jumlah penduduknya mencapai 321 juta dengan penduduk usia produktif sebanyak 209,5 juta, hingga orang yang tinggal di perkotaan sebesar 67,1%.

Untuk partisipasi angkatan kerja, tepat di 100 tahun kemerdekaan ini partisipasi angkatan kerja juga meningkat menjadi 80% dari yang saat ini 66%.

"Partisipasi perempuan sekarang 45%, harusnya bisa sampai 70%, dari segi pendidikan yang SMK ke atas harusnya bisa lebih banyak," jelas dia.

Menurut Bambang, bonus demografi yang terjadi di 2045 ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan meningkatkan kualitas masyarakat melalui sektor pendidikan, kesehatan, hingga penyediaan infrastruktur.

"Jadi ekonomi harus tumbuh terus, pendidikan harus diperbaiki dan pasar tenaga kerja jangan terlalu kaku," tutup dia.

Sebelumnya, dari penduduk yang jumlahnya 321 juta, sekitar 209,5 juta merupakan usia produktif antara 15-64 tahun, sekitar 66,8 juta usia muda atau di bawah 15 tahun.

Pada saat itu juga total fertility rate (FTR) 2,1 per keluarga, harapan hidup menjadi 72,8 tahun, jumlah lansia 62,85 juta, dan urbanisasi alias penduduk yang tinggal di kota menjadi 67,1%. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed