KKP Soroti Kerusakan Ekosistem Laut Pantura

Sudirman Wamad - detikFinance
Kamis, 15 Feb 2018 15:07 WIB
Foto: Sudirman Wamad
Jakarta - Kementerian Keluatan dan Perikanan (KKP) merasa prihatin dengan kondisi pantai utara (pantura) Jawa. Tingkat kerusakan ekosistem laut yang cukup parah membuat KKP geleng kepala.

Bahkan, tahun ini KKP mulai memfokuskan programnya untuk membenahi Pantura Jawa. "Kami prihatin dengan kondisi Pantura Jawa ini. Kerusakannya cukup tinggi," kata Dirjen Perikanan Tangkap KKP Syarief Widjaja usai meresmikan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) higienis Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Kota Cirebon, Kamis (15/2/2018).

Menurut Syarief, kerusakan di pantura Jawa itu disebabkan banyak faktor, seperti pemukiman penduduk yang padat, banyaknya pabrik, faktor alam, dan lainnya. Ia mengatakan tak sedikit dari limbah rumah tangga dan pabrik mengalir ke laut. Kondisi tersebut mengancam ekosistem di pantura Jawa.

"Banyak limbah yang mengalir ke laut. Kita juga harus bisa mengatasi persoalan di muara sungai, banyak sungai di Jawa ini. Jangan sampai limbah plastik yang ke laut itu dimakan ikan," ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan Jawa Barat memiliki 84 pelabuhan perikanan. Sehingga, menurutnya, sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan secara maksimal.

"Kita mulai konsentrasi di pantura. Salah satunya menggalakkan penanaman mangrove. Jangan sampai ada sampah yang masuk ke aliran pantai jawa. Tentunya ini agar kualitas ikan terjaga," tutupnya. (zlf/zlf)