Produsen Gitar Gibson di Ujung Kebangkrutan

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 16 Feb 2018 16:30 WIB
Foto: gibson.com
Jakarta - Gibson Brands Inc produsen gitar kenamaan dikabarkan tengah mengalami masa sulit. Bahkan perusahaan ini hampir bangkrut.

Gibson Brands Inc memiliki utang sebesar US$ 375 juta atau setara Rp 5,06 triliun (kurs Rp 13.500). Utang tersebut harus dibayar pada 23 Juli mendatang. Jika tidak maka akan ada tambahan utang sebesar US$ 145 juta atau sekitar Rp 1,95 triliun.

Kegagalan dalam melunasi utang bahkan bisa membuat sang CEO Henry Juszkiewicz harus hengkang dari posisinya.

"Jika ini berakhir dengan kebangkrutan, dia akan menyerahkan seluruh perusahaan. Beberapa jenis restrukturisasi akan diperlukan. Bisnis inti adalah bisnis yang sangat stabil, dan bisnis yang berkelanjutan. Tapi Anda memiliki masalah neraca dan masalah operasional," kata Senior Credit Officer Moody's Kevin Cassidy dilansir dari Music Radar, Jumay (16/2/2018).

Sinyal kejatuhan sudah terasa ketika tahun lalu perusahaan menjual pabriknya di Memphis, serta menghentikan kegiatan anak usahanya Cakewalk yang menyediakan software musik. Perusahaan terkesan mengubah fokus bisnisnya.

Gibson Brands dijadwalkan melaporkan keuangannya pada kuartal III minggu depan. Pemilik obligasi berharap adanya peningkatan bisnis elektronik perusahaan yang telah dibangun, namun sayangnya mengalami penurunan penjualan.

Sementara itu, peluncuran gitar Gibson seri terbaru yang berfokus model Custom Shop, seperti Boogie Van Les Paul dan Modern Flying V, yang telah menerima reaksi beragam pada media sosial. (dna/dna)