Follow detikFinance
Jumat, 23 Feb 2018 13:55 WIB

Pedagang Cipinang: Beras Impor Belum Turun, Masih di Gudang Bulog

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Achmad Dwi/detikFinance Foto: Achmad Dwi/detikFinance
Jakarta - Harga beras, baik beras medium dan premium turun tajam di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta. Meski begitu, pedagang menepis jika penurunan ini karena beras impor. Mereka belum menjual beras impor dari Vietnam dan Thailand.

Pemilik Toko Beras Family Haji Yono mengatakan, turunnya harga beras karena melimpahnya pasokan di sentra produksi. Menurutnya, beras impor belum dipasarkan karena masuk ke gudang Perum Bulog.

"Enggak, impor berasnya belum dipasarin, impor nggak pengaruh. Itu masuknya ke gudang untuk CBP," kata dia kepada detikFinance di PIBC Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Dia melanjutkan, saat ini terdapat beras medium seharga Rp 8.500 per kg. Harga tersebut jauh dari sebelumnya yang mencapai Rp 11.000 per kg.

"Mulai panen itu sudah setengah bulan lalu. Tapi belum stabil sampai harga bawah, belum. Harganya sudah ada Rp 8.500- Rp 9.000. Cuma beras Rp 8.500 masih biru, kurang kering, padi baru," kata dia.

Dia juga bilang, harga beras premium juga mengalami penurunan. Harga beras premium saat ini sekitar Rp 12.000 per kg."Harganya masih di atas Rp 12.000 per kg. Dari sebelumnya di atas Rp 13.000 per kg. Kalau premium belum begitu turun banget," ujar dia.

Pedagang lain Jasmi Zaenudin juga mengatakan, turunnya harga bukan karena ada impor beras. Sebab, beras impor tak langsung diterima pedagang.

"Nggak pengaruh impornya, kan berasnya nggak ke pasar. Karena panennya sudah banyak. Berasnya Jawa Tengah, Jawa Timur, Demak, dia masuk sudah," ungkapnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed