Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 23 Feb 2018 14:45 WIB

Pedagang: Beras Operasi Pasar Kualitasnya Rendah

- detikFinance
Foto: Achmad Dwi/detikFinance Foto: Achmad Dwi/detikFinance
Jakarta - Pedagang beras menganggap operasi pasar yang telah dilakukan pemerintah melalui Perum Bulog sempat kurang efektif untuk meredam harga beras. Pasalnya, beras untuk operasi pasar kualitasnya rendah.

Haji Yono salah seorang pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) mengatakan, awalnya beras untuk operasi pasar berwarna kuning dan banyak pecahannya.

"Cuma barangnya kualitasnya rendah. Jadi nggak banyak pengaruh ke medium," kata dia kepada detikFinance di PIBC Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Pihaknya pun menyesalkan tingginya harga beras belakangan ini. Pasalnya, pernyataan pemerintah terkait surplus beras tak sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Kacaunya kemarin surplus, tapi beras mana? Tapi raskin. Itu kan nggak layak makan," ujar dia.

Pedagang lain Jasmi Zaenudin juga mengatakan hal senada. Seharusnya, kata dia, beras operasi pasar memiliki kualitas yang baik. Sehingga, operasi pasar efektif menekan harga beras yang tinggi.

"Makanya nggak turun-turun. Mestinya kalau nahan, minimal seimbang kalau nggak di atas (kualitasnya)," ujar dia.

Giarti pedagang lain mengatakan, telah 3 kali menerima beras dari operasi pasar. Paling awal, dia menerima beras tersebut seharga Rp 7.600 per kg dan kemudian dijual seharga Rp 8.100 per kg. Namun, kualitasnya buruk.

"Yang jelek sudah nggak ada, kemarin Rp 7.600 barangnya kaya gitu. Jelek banget. Tapi nggak ada barang (beras), laku aja sih. Lakunya lambat," ujar dia.

Namun setelah itu kualitasnya membaik. Meski begitu, harga tebusannya pun juga naik Rp 8.400 per kg. Beras tersebut kemudian dijual Rp 9.300. "Tebusannya Rp 8.400, sekarang sudah stop, sudah ada panen baru," tukasnya. (Achmad Dwi Afriyadi/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed