Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 27 Feb 2018 18:30 WIB

Sri Mulyani Paparkan Hambatan Ekonomi Digital di RI

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Dalam paparan diskusi High Level Conference Annual Meetings 2018 di Hotel Fairmont Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan hambatan perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Menurut Sri Mulyani, salah satunya hambatan pengembangan ekonomi RI adalah masih belum meratanya insfrastruktur dan fasilitas jaringan internet di seluruh Indonesia.

"Indonesia masih membutuhkan infrastruktur fasilitas jaringan internet. Agar kita bisa mendigitalkan dan memanfaatkan ekonomi digital. Pada dasarnya kita perlu menciptakan kondisi tersebut," paparnya dalam kesempatan tersebut, Selasa (27/2/2018).

Di depan puluhan delegasi negara anggota IMF yang hadir dalam acara tersebut, Sri Mulyani menjelaskan, Indonesia memiliki 110 angkatan kerja dan 60%-nya merupakan tenaga kerja di bawah 30 tahun. Ini merupakan sebuah kekuatan sekaligus tantangan.

Pengembangan ekonomi digital, bisa menjadi solusi untuk memaksimalkan potensi sumberdaya manusia atau angkatan kerja yang tersedia tersebut.

Karena, dengan adanya ekonomi digital, kesempatan penciptaan lapangan usaha baru akan lebih mudah dilakukan. Karena setiap orang bakal mendapat kesempatan yang sama dalam mengakses layanan keuangan dan permodalan tanpa terbatas waktu dan tempat.

"Itu terjadi di Jakarta, fasiltas ini diperlukan juga di banyak kota di Indonesia. Kota pintar itu, pintar bukan karena karena kabel atau infrastruktur tapi sistem yang bisa membuat orang memiliki fleksibilitas untuk move dan orang-orang akan lebih produktif. Produktivitas inovasi bisa tercipta di kota pintar seperti ini (kota yang memiliki internet)," jelasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed