"Untuk mencapai target ini (program pemagangan 400 ribu orang), Kemnaker harus menyiapkan setidaknya 8.000 mentor yang berasal dari kalangan industri," kata Hanif, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/3/2018).
Hanif mengatakan itu Hanif saat menjadi keynote speaker pada seminar Human Capital Investment as a New Driving Force of Economy bertema 'Human Capital and Future of Work' di, Badung, Bali, Kamis (1/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan jika ingin dikaitkan dengan sistem pendidikan, investasi SDM harus benar-benar berbasis atau berorientasi demand driven, fokus, masif dan merata. Karena kalau tidak memenuhi empat hal itu, akhirnya akan terjadi gap atau kesenjangan antar daerah," kata Hanif.
Hanif menjelaskan, pihaknya menitikberatkan tiga isu dalam penyusunan roadmap SDM sebagai rencana kerja pemerintah di 2019. Ketiganya yaitu kualitas, kuantitas, dan persebaran yang dianggap memiliki peran penting sumber SDM untuk mendukung percepatan investasi di Indonesia.
"Soal kualitas yang intinya adalah demand driven, sesuai dengan kebutuhan pasar. Kedua adalah kuantitas, jumlah harus memadai. Ketiga adalah persebaran," katanya.
Menurutnya, persebaran SDM juga harus mendapatkan perhatian karena ketersediaannya cukup relatif bergantung pada wilayahnya. Tingkat ketersediaan SDM yang berkualitas cukup banyak di Jakarta, sementara di daerah lainnya bisa menunjukkan keadaan yang berbeda.
"Kualitas, kuantitas, dan persebaran dinilainya harus menjadi isu penting untuk dibahas di lintas kementerian sehingga bisa menjadi bahan untuk memperkaya penyusunan draft roadmap SDM," ujar Hanif.
(nwy/ang)











































