Promosi Pakai Hujan Uang, Efektif atau Tidak?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Jumat, 02 Mar 2018 10:42 WIB
Promosi Pakai Hujan Uang, Efektif atau Tidak?
Foto: Istimewa (Tung Desem Waringin)

Promosi dengan cara hujan uang pernah dilakukan oleh Pakar Marketing bernama Tung Desem Waringin. Peritstiwa itu terjadi 10 tahun lalu, tepatnya pada 1 Juni 2008, Tung Desem dengan menggunakan pesawat kecil menebar uang receh dari langit.

Uang yang disebar merupakan pecahan Rp 1.000, Rp 5.000 sampai 10.000 dengan total Rp 100 juta sebagai langkah promosi bukunya berjudul Marketing Revolution.

Tung Desem mengatakan dalam biaya marketing ada sebuah pengeluaran yang harus diukur, termasuk biaya publikasi. Hal tersebut dilakukan sebagai cara publikasi yang paling efektif dan murah.

"Banyak yang ingin tahu, orang sebar-sebar duit, orang yang butuh branding atau ingin terkenal ini loh caranya, yaitu itu publisitas. Jadi kalaupun sama-sama uangnya dibuat dan dimasukkan untuk iklan dan tidak bermanfaat, ya saya saja lah contoh hujan uang ini saja, langsung terkenal," katanya

Dirinya menjelaskan, dalam marketing, publikasi merupakan sebuah cara yang paling murah untuk dilakukan. Namun, kata dia, publikasi saja tidak cukup bila tak ada inovasi lain.

"Misalnya, buku yang saya launching tadi bukan hanya untuk branding tapi ada penawarannya. Jadi setelah promosi hujan uang saya juga tebar uang itu dengan voucer. Kemudian pada waktu saya launching buku juga saya tambahin hadiah voucher yang sama, seminar tiga hari di 10 kota kemudian dikasih lima CD audio nah buku itu mengalahkan Harry Potter. Dapat rekor muri dalam satu hari berhasil terjual 38 ribu buku, terkenal tidak kalau tidak ada penawaran," jelasnya.