Hadir pula Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sosial Idrus Marham, dan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti.
"Presiden pertama tama mengecek beras rastra sudah jalan apa belum, ada yang masih terlambat apa nggak, sampai bulan Februari gimana, Maret gimana. Jadi memang tadinya beras rastra ada dua macam," kata Darmin di Komplek Istana, Jakarta, Jumat (2/3/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi, kata Darmin, menanyakan kesiapan mendistribusikan bantuan sosial (bansos) rastra. Sebab, beberapa bulan ke depan akan ada puasa dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak.
"Presiden juga meminta supaya Maret diperpcepat, awal bulan, biasanya pertengahan sampai akhir," jelas dia.
Dengan permintaan pendistribusian bansos rastra menjadi awal, maka Perum Bulog harus segera menyiapkannya. Menurut Darmin, BUMN tersebut akan mengerjakan semaksimal.
"Tadi Bulog mengatakan akan bekerja semaksimal sehingga pertengahan Maret bisa dibagikan. Dengan begitu Kita bisa berharap masyarakat menerima rastranya tepat bahkan sedikit lebih cepat dari biasanya," terang Darmin.
Soal harga beras, menurut Darmin, Presiden Jokowi menginstruksikan Perum Bulog menggelar operasi pasar untuk menekan harga.
"Kita memang ingin supaya harga berasnya turun, masih terlalu tinggi, kecenderungannya sekarang yang terjadi harga beras turun sedikit, harga gabahnya turunnya sedikit lebih cepat, kan nggak seimbang," kata Darmin.
Baca juga: Nilai Tukar Petani di Februari Turun |
"Padahal Pemerintah menetapkan ada fleksibilitas 20% supaya apa, supaya harga gabahnya jangan turun lebih cepat. Sekarang ini melihat situasi itu, memang Bulog kita minta supaya lakukan operasi pasar juga, selain rastra dia harus melakukan operasi pasar," lanjut Darmin.
Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti menambahkan pada Maret akan menyalurkan 400.000 ton rastra. Selain itu, Bulog juga akan melakukan operasi pasar di seluruh Indonesia sesuai dengan arahan Presiden Jokowi.
"Jadi sampai Maret ini kekurangannya 250.000 ton, kemudian khusus April yang ditarik maju ini sekitar 150.000 ton, stoknya ini cukup banyak dong. Hari ini bicara gimana turunkan harga, jadi ditambah operasi pasar di seluruh Indonesia," tutur Djarot. (hns/hns)











































