Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 05 Mar 2018 15:50 WIB

BPTJ Minta Tarif Tol Becakayu Turun

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyampaikan pihaknya sedang berbicara dengan operator Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang sudah beroperasi. Yang dibicarakan mengenai kemungkinan diturunkannya tarif tol tersebut.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono tak menyangkal bahwa tol tersebut hingga kini masih cenderung sepi karena tarifnya mahal. Ruas Tol Becakayu, tarifnya mencapai Rp 14.000 untuk ruas sepanjang 12 km dari seksi 1B dan 1C. Artinya masyarakat harus membayar lebih dari Rp 1.000/km.

"Gini, itu ada hitung-hitungan bisnisnya. Nanti kita lihat ini kan belum jadi satu semua ya. Nah saya udah mau bicara ke mereka," kata Bambang ditemui di kawasan Gerbang Tol Bekasi Barat 1, Senin (5/3/2018).


"Saya akan create meningkatkan demand-nya (jumlah kendaraan yang mengakses Tol Becakayu). Kalau demand-nya mereka bisa kita tingkatkan, dia harusnya berani dong menurunkan (tarif) itu ya. Ini lagi saya bicarakan ke mereka," lanjutnya.

Akhir 2017, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga sempat menyinggung soal tarif tol. Angka tersebut dihitung berdasarkan titik keseimbangan untuk pengembalian investasi badan usaha dengan daya beli masyarakat di tahun pertama tol tersebut dioperasikan.

Tarif yang dinilai mahal sendiri terjadi lantaran biaya konstruksi tolnya yang juga cukup tinggi. Dia pun mencontohkan tol di sejumlah daerah.

"Jadi tergantung konstruksinya. Kalau di Sumatera kan dengan konstruksi khusus. Kalau nanti misalnya Jogja-Solo, kalau dia elevated, itu juga pasti lebih mahal," katanya saat ditemui di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (8/12/2017).



Dia mengakui, tarif tol di Sumatera memang cukup tinggi. Namun hal itu lebih dikarenakan konstruksi tol-tol di Sumatera yang lebih kompleks sehingga biaya konstruksinya pun jadi lebih tinggi.

"Misalnya Padang-Pekanbaru nanti dengan terowongan yang panjang, mungkin bisa mahal juga tarifnya. Jadi tergantung konstruksinya. Tapi contohnya jalur tol yang di Pantura, itu kan lebih mudah konstruksinya. Pasti lebih murah," pungkasnya. (zul/zul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed