Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 07 Mar 2018 17:55 WIB

Beragam GPS di Mangga Dua, dari Mana Asalnya?

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Selfie Miftahul Jannah Foto: Selfie Miftahul Jannah
Jakarta - Penggunaan perangkat global positioning system (GPS) jenis tracker atau pelacak kendaraan di Indonesia semakin seperti terlihat dengan meningkatnya penjualan perangkat tersebut di pusat-pusat elektronik seperti di Mangga Dua.

Sebenarnya di Indonesia belum ada pabrik pembuatan perangkat GPS, lalu dari mana GPS- GPS yang ada saat ini berasal?

Direktur GPS Superspring Arianto Furiady menjelaskan, untuk mensuplai kebutuhan GPS navigasi dan tracker dirinya sengaja memesan 100% kebutuhan dari China.

"Semua impor dari China. Speknya semua, lokal nggak ada yang bisa. Belum ada di Indonesia, GPS 100% impor," jelas dia kepada detikFinance, Rabu (7/3/2018).


Ada dua jenis GPS yaitu GPS navigasi dan tracker, semua item tersebut dikirim langsung dari Negara China. Dalam fasilitas GPS navigasi terdapat fasilitas peta lengkap dengan suara penunjuk arah. Ada pula fasilitas lain seperti game, radio, pemutar musik serta terkoneksi kamera belakang (mundur).

Perangkat ini tidak memiliki biaya bulanan. Semua kebutuhan hanya perlu tersambung listrik dari kabel yang tersambung ke mobil, berbeda dengan smartphone yang harus membayar biaya bulanan untuk kuota dan harus hidup dengan ketergantungan baterai.

"Kelebihannya itu ya bisa fokus saat berkendara nggak ada gangguan dari yang telepon dan lain-lain," ujar dia


Meski begitu pemasaran GPS navigasi sudah kalah pamor dengan fasilitas GPS di handphone. Maka dari itu dirinya saat ini lebih fokus untuk menjual GPS tracker. Ari mengaku bisnis GPS tracker memiliki pertumbuhan yang tinggi yang setiap tahun permintaannya meningkat.

"Kita sediakan GPS navigasi juga karena masih ada yang pesan meskipun sedikit. Kalau yang tracker, dulu paling nggak populer, pemakainya jarang dan mahal sekitar Rp 4 sampai Rp 5 juta yang pakai pun orang yang benar-benar butuh pengamanan. Tapi perkembangannya tracker bagus, bulan ini juga kita berhasil jual sekitar 1.600 - 2.000 dengan rata rata harga sekitar Rp 1,3 juta," papar dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed