Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 08 Mar 2018 10:16 WIB

Kala Bisnis Alat Navigasi GPS Tak Lagi Moncer

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Halaman 1 dari 5
Foto: Selfie Miftahul Jannah Foto: Selfie Miftahul Jannah
Jakarta - Bisnis perangkat global positioning system (GPS) navigasi saat ini sudah tidak seramai 10 tahun lalu. Pasalnya fasilitas tersebut sudah tersedia dalam smartphone atau HP (handphone) yang memiliki data serta kondisi jalan raya yang lebih real time.

Direktur GPS Superspring Arianto Furiady menjelaskan, bisnis GPS navigasi memang sempat moncer di tahun 2008. Sampai-sampai setiap bulan pihaknya bisa menjual 2 ribu unit GPS navigasi.

"Yang populer itu GPS navigasi dari tahun 2008. Setelah itu kan keluar google map 2012 orang mulai beralih ke smartphone. Sebetulnya kalau di bawah itu 2012 saat ramai pun paling hanya 3 atau empat jenis GPS navigasi, itu spesifikasinya mirip-mirip. Cuma ukuran layar, kalau fiturnya itu mirip-mirip," kata dia kepada detikFinance saat ditemui di kantornya.

Namun seiring dengan perkembangan teknologi, dari tahun ke tahun penjualan GPS navigasi terus menurun. Penurunannya bahkan bisa sampai 90%.

"Sekarang 1 bulan 200 aja nggak ada. Itu pun sudah melalui pemasaran online dan offline. Untuk jenis unit yang harganya Rp 800 ribu. Dan kebanyakan belinya online. Mereka lebih ke smartphone," ujar dia.

Bagaimana bisnis yang sempat jadi sumber rezeki banyak orang ini bisa tenggelam, dan apa strategi para pebisnis menahan gempuran dari GPS yang kini didapat dengan mudah melalui perangkat elektronik/gadget? Simak ulasannya berikut! (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com