Utang Luar Negeri Indonesia Naik Jadi US$ 357,5 Miliar

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 15 Mar 2018 18:17 WIB
Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia akhir Januari 2018 tercatat US$ 357,5 miliar tumbuh 10,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 324,3 miliar. Dari data Bank Indonesia (BI) jumlah utang ini terus mengalami peningkatan sejak Januari periode 2016 US$ 300 miliar.

ULN merupakan total utang yang terdiri dari utang pemerintah dan utang swasta.

Direktur Departemen Statistik BI Tutuk S.H Cahyono catatan angka ini baik sejalan dengan kebutuhan pembiayaan di Indonesia. "Catatan ini stabil yakni tumbuh 10,3% masih sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk infrastruktur dan pembiayaan produktif lainnya," kata Tutuk dalam diskusi di Gedung BI, Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Pertumbuhan ULN Indonesia pada akhir Januari 2018 berasal dari pertumbuhan ULN sektor swasta sebesar 6,8% dan ULN pemerintah dan bank sentral 13,7%. Jumlah ULN ini terdiri dari utang sektor pemerintah dan bank sentral sebesar US$ 183,4 miliar dan utang swasta sebesar US$ 174,2 miliar.

Tutuk menjelaskan posisi ULN berdasarkan jangka waktu atau jatuh tempo pembayaran pada akhir Januari 2018 tetap didominasi oleh ULN jangka panjang. "Jumlahnya sekitar 85,9% dari total ULN," kata Tutuk.

Dia menjelaskan, posisi ULN dengan jatuh tempo yang panjang meningkat menjadi 9% dibandingkan periode Desember 2017 8,9%. Sementara itu untuk ULN jangka pendek menjadi 18,3% dari Desember 2017 19,8%.

"Struktur ULN pemerintah dan bank sentral tetap sehat. Ini tercermin pada jangka waktu yang didominasi ULN jangka panjang atau sekitar 98,1% dari total utang," ujar dia.

Berdasarkan instrumennya, kenaikan tersebut didorong oleh inflow dana asing dari surat berharga negara (SBN) dan peningkatan pinjaman atau loan. Pinjaman luar negeri pemerintah masih didominasi oleh project loan yang posisinya naik sebesar US$ 1,2 miliar dari bulan sebelumnya.


(dna/dna)