Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Mar 2018 22:40 WIB

219.000 Ton Beras Impor akan Masuk RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Alfathir Yulianda Foto: Alfathir Yulianda
Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan sisa kuota impor beras bakal masuk penuh ke gudang Perum Bulog pada Mei 2018. Sebelumnya, Perum Bulog diberikan waktu sampai 28 Februari 2018 mengimpor beras 500.000 ton.

Bulog menyanggupi 281.000 ton, 261.000 ton dari Thailand dan Vietnam. 20.000 ton sisanya dari India.

"Untuk yang 500 ribu itu tadinya kita tetap bertahan sampai akhir Maret, Thailand dan Vietnam itu sanggup, tapi India dan Pakistan itu tetap nggak sanggup, tapi kalau kita nggak kasih marah dia, karena kita defisitnya sudah banyak, kalian untuk beli beras segitu tidak bisa meleset sedikit pun, yau dah deh ambil lah," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (19/3/2018).


Menurut Darmin Mei nanti akan masuk 20.000 ton beras India dan 219.000 beras impor dari Thailand dan Vietnam.

"Khusus untuk itu cuma 20.000 ton, kayanya dia sanggupnya Mei. Saya nggak tahu pertengahan atau akhir," jelas dia.

Dari total impor tersebut, kata Darmin, pemerintah sepakat melalui Perum Bulog untuk melakukan operasi pasar sampai dengan bulan puasa yang jatuh pada Mei 2018. Hal itu juga sudah dikoordinasikan dengan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti.


"Tadi kita tidak bicara soal panen soal yang lain-lain, kita hanya bicara soal operasi pasar, apa yang bisa dilakukan supaya harga ini bisa didorong terus. Apa yang harus dilakukan tentu saja kita hitung stok mereka sekarang yang terpakai dikurangi kebutuhan untuk rastra dalam bentuk beras kita masih punya stok untuk operasi pasar walaupun besar-besaran masih adalah sampai dengan akhir April pun masih punya stok itu," ungkap dia.

Sejalan dengan operasi pasar, Perum Bulog juga menyerap gabah hasil panen raya yang jatuh pada April 2018. Diharapkan BUMN bisa menyerap setara dengan 1,2 juta ton beras.

"Sejak 2 bulan yang lalu akhir Januari targetkan Bulog itu harus bisa membeli gabah atau beras setara dengan 1,2 juta ton sampai bulan Juni-Juli. Karena panen itu berasnya tidak dijual semua pada Mei, tapi juga pada Juni," jelas dia.


Mengenai berapa alokasi beras impor yang bakal dipakai untuk operasi pasar. Mantan Dirjen Pajak ini menyebutkan tidak ada komposisi yang detail mengenai penggunaannya. Sebab, jika sudah masuk gudang Bulog, maka penggunaannya tidak dapat dirinci mana yang cadangan mana yang impor.

"Jadi tidak lagi kita bedakan secara tegas berapa yang impor, kita gunakan tergantung untuk intervensi pada beras yang lebih bagus, ya kita pakai beras impor, beras impor itu lebih bagus walaupun harganya lebih murah," tutup dia. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed