Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Mar 2018 17:19 WIB

Atasi Macet Jakarta: Dari Ganjil Genap hingga Bangun TOD

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk memecah kepadatan lalu lintas. Mulai di dalam kota sampai jalur yang menuju ke Jakarta. Seperti mekanisme ganjil genap yang diterapkan baru-baru ini yang bisa dikatakan sukses mengurai kepadatan lalu lintas di Jalur Cikampek -Jakarta.

Ternyata terobosan tersebut masih juga belum bisa dikatakan efektif, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Bambang Prihartono mengatakan akan menyempurnakan penguraian kemacetan tersebut dengan membangun transit oriented development (TOD) yang merupakan sistem pendekatan kawasan pemukiman yang berdekatan dengan penggunaan angkutan massal seperti Busway, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT).

"Kami memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat agar menggunakan angkutan umum. Ini yang kami lakukan bagaimana ke depan kami bangun pemukiman dekat ke LRT dan Busway terminal semua harus terintegrasi TOD di kawasan pemukiman. Tahun ini akan bangun 4 titik TOD kemudian ada pula BUMN yang akan bangun 6 TOD jadi total semua 10 TOD," kata dia dalam diskusi sosialisasi pengaturan lalu lintas selama masa pembangunan proyek infrastruktur strategis nasional di ruas jalan tol Jakarta Cikampek di Gedung Menara Kadin, Rabu (21/3/2018).


Dirinya menjelaskan jika kawasan pemukiman tidak difasilitasi moda transportasi masal jumlah kendaraan pribadi akan terus meningkat.

"Pemerintah harus hadir apalagi LRT akan beroperasi pergerakan orang kalau nggak berubah siapa yang menggunakan MRT dan LRT pemerintah harus berusaha mengatur itu," papar dia.

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah telah menetapkan tiga kebijakan baru untuk mengatasi kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek pada 12 Maret lalu. Salah satunya yaitu pengaturan kendaraan pribadi melalui skema ganjil-genap pada akses Gerbang Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta. Berlaku Senin hingga Jumat mulai pukul 06.00 - 09.00 WIB, kecuali pada hari libur nasional.

Meski realisasi ganjil genap baru dilaksanakan sembilan hari lalu, namun skema tersebut dianggap efektif untuk mengurai kemacetan. Dari suskesnya langkah tersebut, akan mengkaji realisasi ganjil genap juga dilakukan di Depok dan Tanggerang.


Pemerintah juga mengatur jam operasional angkutan barang (golongan III, IV dan V) pada ruas Tol Jakarta-Cikampek. Berlaku Senin hingga Jumat mulai pukul 06.00 - 09.00 WIB, kecuali pada hari libur nasional.

Kemudian pemberlakuan lajur khusus bus di Tol Jakarta-Cikampek ruas Bekasi Timur-Jakarta dan pengoperasian Bus Transjabodetabek Premium setiap Senin hingga Jumat mulai pukul 06.00 - 09.00 WIB, kecuali pada hari libur nasional. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com