Follow detikFinance
Jumat, 23 Mar 2018 13:15 WIB

Tarif Tol RI Lebih Mahal dari Negara Lain, Ini Kata Menteri PUPR

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Jhoni Hutapea Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta - Tarif tol di Indonesia lebih tinggi dibanding dengan negara lainnya, khususnya dibanding negara-negara di ASEAN. Tarif tol di Singapura diketahui Rp 777,94 per km, Vietnam Rp 1.217,50 per km, Malaysia Rp 492,5 per km, dan Thailand Rp 440 per km.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan rata-rata tarif tol per km saat ini sebesar Rp 1.300 per km. Menurutnya, tingginya tarif tol di Indonesia disebabkan oleh nilai tukar dan inflasi.

"Kalau tahun 1970an-2000 dolarnya Rp 2.200 sekarang Rp 13 ribu kalau dengan dulu biaya (tarif tol) Rp 240 per km sekarang Rp 1.300 per km. Dengan inflasi dan nilai dolar sebetulnya masih tidak terlalu ekstrem," kata dia di Kementerian PUPR Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Dia mengatakan, dolar berpengaruh pada biaya produksi tol. Dia menerangkan, tarif tol sendiri terbagi menjadi empat periode.

Dari tahun 1970 sampai tahun 2000, tarifnya antara Rp 200-400 per km.

"Itu angkatan Jagorawi dan angkatan itu lah," kata Basuki.



Tarif periode kedua berlangsung pada tahun 2000 sampai 2010. Tarif tolnya sekitar Rp 700 per km.

Periode ketiga antara tahun 2011 hingga Rp 2015. Tarif tolnya Rp 900 hingga Rp 1.000 per km.

"Kemudian 2015-2018 Rp 1.200-1.300 per km," ujarnya.

Sebab itu, pemerintah berupaya menurunkan tarif tol. Salah satunya dengan memperpanjang masa konsesi.

"Pertama memperpanjang konsesi harga-harga tadi, 35-40 tahun konsesinya diperpanjang 50 tahun bisa turun Rp 1.300 jadi Rp 1.000 per km," tutupnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed